32 Persen APBD Untuk Pendidikan

MALANG - Sebagai kota pendidikan, Kota Malang terus memburu kualitas pendidikan dan tidak memburu kuantitas. Pernyataan ini disampaikan Walikota Malang, Drs.Peni Suparto, MAP dalam acara peringatan hardiknas.

Peni menjelaskan untuk meningkatkan mutu pendidikan, Pemkot Malang telah menyediakan 32 persen dari APBD yang dimiliki untuk pendidikan. Padahal untuk semua daerah tingkat 2 hanya diminta menyisihkan 20 persen untuk pendidikan. "Jika pembangunan pendidikan diminta anggaran 20 persen, kita sudah memberikannya sebanyak 32 persen,"ujar Peni Suparto.
Peni tak menapik jika tingginya anggaran untuk pendidikan akan mengurang anggaran di sektor lain. Namun ia tetap optimis bahwa semuanya akan bisa ditangani dengan tekap kebersamaan yang dimiliki semua elemen masyarakat Kota Malang. Karena ia yakin bahwa investasi di bidang pendidikan tidak memiliki batas waktu. Apalagi jika investasi masa sekarang dipersiapkan untuk menyambut era globalisasi.
Dan dalam perayaan Hardiknas kali ini, pemkot Malang meminta semua masyarakat bisa saling mendukung kualitas pendidikan. Jangan sampai sebagai Kota Pendidikan, Malang hanya memburu kuatitas pendidikan saja.
Dengan kondisi ini maka setiap element masyarakat bisa mengapresiasikan diri dalam peningkatan mutu pendidikan. Dan semangat itu telah ditunjukkan oleh para guru di tingkatan taman kanak-kanak. Sebagai pendidik usia dini, mereka telah menggali potensinya dengan memainkan musik patrol. Dengan menggunakan alat musik sederhana seperti, ketongan, botol, ketipung, mereka menyajikan lagu Malang Awe-Awe dan Tri Bina Citra Kota Malang



Ratusan Siswa Dapat Beasiswa dan Penghargaan 

MALANG- Pemerintah Kota Malang memberikan piagam penghargaan kepada 103 warganya yang berprestasi. Penghargaan yang diberikan secara simbolis oleh Walikota Malang, Drs. Peni Suparto, MAP di Balaikota Malang. Di antara mereka yang mendapat penghargaan, dua di antaranya memiliki prestasi di tingkat internasional. Mereka adalah Yusman Ahmad Nur, seorang siswa SMAN 10 Malang yang telah meraih medali emas di International Design Olympiade dan Febri Ratna, siswi SMAN 8 Malang yang menjadi peraih medali emas renang di Asean Games.
Selain itu, memiliki 6 warga yang berprestasi di tingkat nasional. Semua prestasi ini mereka raih di bidang ilmu pengetahuan/ pendidikan. Yaitu, guru prestasi peduli terhadap pendidikan agama yang diraih Drs, Fakih, M.Ag, juara cerdas cermat MIPA oleh Steven Lukas Goentoro. "Lukas ini merupakan siswa SMAN 3 Malang,"ujar Kabag Humas Pemkot Malang, Ir.Budi Herwanto, MT.
Adapun 4 warga lainnya yang berprestasi di tingkat nasional adalah Devara, Abdul Mughni S.Ag MPd, Rahmat Ananta Della, dan Ni Made Ayu Dita Arjani. Mereka berturut-turut berprestasi di bidang Scinece Camp National, pemilihan Kepala Sekolah Kreatif, Indonesian Science Project Olympiade, dan Scinece Camp National.
Selain itu Kota Malang kiha memberikan penghargaan kepada 64 warganya yang berprestasi di tingkat propinsi. Prestasi itu diraih dari kejuaraan debat bahasa Inggris, dan beberapa kejuaraan LKS. Sedangkan sisanya merupakan warga yang berprestasi di tingkat internal Kota Malang. Di antaranya, guru berprestasi, kepala sekolah berprestasi, pengawas berprestasi, dan para pemenang olympiade mata pelajaran tingkat Kota Malang.
"Penghargaan ini diberikan untuk memotivasi warga yang lainnya untuk ikut berprestasi baik di tingkat nasional maupun internasional,"pungkas Budi Herwanto

Lagi, Prestasi Siswa di Malang Dapat Penghargaan MURI

MALANG- Peragaan busana dari bahan daur ulang yang diselenggarakan di depan Balaikota Malang  berhasil masuk catatan Museum Rekor Indonesia. Peragaan busana ini menarik perhatian para tamu undangan pada pelaksanaan upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Busana daur ulang ini merupakan hasil kreatifitas murni para siswa-siswi SMK Negeri 3 Malang dan langsung diperagakan oleh 380 siswa-siswi SMK tersebut.
Perwakilan Muri, Paulus Pangka mengatakan bahwa peragaan busana daru ulang ini masuk ke catatan muri dengan nomor urut 4860. Event kali ini telah memecahkan rekor muri sebelumnya yang dipegang PT Jaya Real Property Tbk. yang dibuat di Jakarta pada Juli 2010. "Saat itu PT Jaya Real Property telah menyelenggarakan peragaan busana daru ulang dengan jumlah peserta 300 orang,"ujar Paulus.
Ia menambahkan dalam pemecahan rekor muri kali ini, ada tiga pihak yang mendapatkan piagam Muri. Yakni, Walikota Malang, Drs Peni Suparto, MAP, dan Kepala Diknas pendidikan Nasional Kota Malang, Drs Sri Wahyuningtyas, M.Si. dalam acara ini keduanya bertindak sebagai pemrakarsa. Sedangkan satu piagam lagi diberikan kepda SMKN 3 Malang sebagai pendukung dan penyelenggara.
Busana daru ulang yang diperagakan berhasil memancing aplauss dari para tamu undangan. Karena semua busana tersebut terbuat dari bahan dau ulang seperti, kain perca, kain goni, tas kresek, tutup botol, hingga kertas koran. Namun demikian busana yang dihasilkan tidak mengurang keanggunan dan kecantikan pemakainya.
Saat ini Kota Malang tercatat memiliki 492 prestasi di Muri. Selain pergaan busana daru ulang kali ini, Kota Malang juga pernah memecahkan rekor lain. Di antaranya, penggunaan kostum bunga dengan peserta terbanyak 491 orang, cuci tangan dengan peserta terbanyak 7389 orang, paduan suara dengan peserta terbanyak 6917 orang, dan parade drummer dngan peserta terbanyak 167 orang.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...