Badan Narkoba Malang Bisa Menindak Pemakai Narkoba

MALANG- Keberadaan Badan Narkotika Kota (BNK) Malang kini tidak berada di bawah wakil kepala daerah. Karena badan narkotika di tingkatan kota/kabupaten secara struktural keberadaannya langsung di bawah Badan Narkotika Nasional (BNN) di tingkatan pusat. Karena itu BNK Malang keberadaannya tiada ada lagi dan melebur ke dalam BNN Kota Malang. Ini disampaikan mantan ketua BNK Kota Malang, Bambang Priyo Utomo setelah mengadakan rapat di Balaikota Malang dengan kepala BNN Kota Malang yang baru, Bambang Andjar S.

Bambang Priyo Utomo menjelaskan bahwa sebelumnya dalam peraturan presiden no.83 thaun 2007 menyebutkan bahwa setiap wakil kepala daerah adalah juga ketua BNP (Propinsi) dan BNK (Kota/Kabupaten). "Dan saat ini perpres tersebut telah dicabut. Dan kini keberadaan BNK Kota Malang sudah melebur ke dalam BNN Kota Malang,"ujar Bambang Priyo Utomo yang juga menjabat sebagai wakil walikota Malang.
Untuk menjalankan fungsinya, kini BNN Kota Malang sudah merencanakan membangun kantor baru BNN Kota Malang. BNN Kota telah menyiapkan lahan di jalan Rajasa, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang dengan luas 550 meter persegi. Adapun pembangunannya sendiri akan segera dilaksanakan tahun ini dengan memanfaatkan dana dari APBN.
Dengan bentuk dan struktur yang baru ini diharapkan badan narkotika bisa bertambah giat dalam memberantas narkoba. Apalagi dengan bentuk baru ini juga dibarengi kewenangan untuk menangkap, menahan, dan menyita para pelanggar narkoba dan barang narkoba yang ditemukan.
Dengan adanya dua penegak hukum di bidang narkoba, Polri dan BNN, maka diharapkan pemberantasan peredaran narkoba di Indonesia pada umumnya dan di Kota Malang pada khususnya akan bisa mendapatkan hasil lebih maksimal.
Bambang Andjar juga yakin tidak akan terjadi tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas antara BNN dan Polri. Bahkan kedua belah pihak bisa saling bekerja sama dan berbagi informasi yang dimiliki. "Selain itu masing-masing pihak juga bisa saling mengawasi sehingga tidak akan melakukan penyimpangan dalam tugas,"tambah Bambang Adjar.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...