Data Orang Miskin di Malang Tidak Akurat

MALANG- Keberadaan warga miskin di Kota Malang harus bisa termonitor dengan baik oleh pemerintah kota. Dan untuk mencapainya, maka pendataan warga miskin Kota Malang harus bisa dilakukan secara independen. Ini terkait agar obyek penerima Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) bisa terdata dengan valid dan akurat. Ini disampaikan anggota komisi D DPRD Kota Malang, Isa Anshori.

Isa Anshori mengatakan bahwa selama ini acuan data Dinas Kesehatan Kota Malang untuk memberikan Jamkesda pada warga miskin adalah data dari Badan Pusat Statistik (BPS). Sayangnya, terkadang data tersebut dinilai anggota dewan tidak valid. "Akibatnya, banyak warga miskin yang belum bisa menikmati jamkesda,"jelas Isa Anshori. Kondisi terbukti dengan data BPS pada tahun 2010. saat itu dinyatakan bahwa jumlah warga miskin yang harus menerima Jamkesda sekitar 36 ribu orang. Namun kenyataannya masih lebih dari itu. Banyak warga miskin yang mengeluh tidak bisa/ kesulitan untuk mendapatkan dana bantuan bagi warga miskin tersebut.
Isa juga menambahkan bahwa dirinya juga telah melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Tentara (RST) dr Soepraoen. RS ini merupakan mitra dari dinas kesehatan dalam menangangi warga miskin. Hasilnya, dari warga miskin pengguna jasa kesehatan yang datang ke sana, jumlahnya lebih banyak dari data yang diberikan BPS.
Untuk itu, diharapkan pendataan bisa dilakukan indpenden dengan bantuan ketua RT di setiap keluarahan. Karena pejabat RT adalah warga yang paling mengetahui kondisi warganya.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...