Dewan Disambati Himpunan Wanita Pekerja Rumahan

MALANG- Himpunan Wanita Pekerja Rumahan Indonesia (HWPRI)  kota Malang yang tersebar di beberapa kecamatan meminta dukungan dewan dan pemkot untuk mendapatkan pengakuan atas keberadaan mereka sebagai pekerja informal. Harapannya, dengan statsu tersebut mereka bisa mendapatkan kehidupan yang lebih layak maupun bisa mendapatkan jaskesmas.
HWPRI merupakan inisiasi perempuan pekerja rumahan dalam mengatasi permasalahannya uyang hingga saat ini masih terpuruk. Keberadaan mereka belum mendapatkan pengakuan formal sehingga nasib mereka masih terpinggirkan. "Posisi kita memang tidak sama dengan buruh. Dan kenyataannya nasib kita juga lebih buruk dari buruh,"ujar ketua DPC HPWRI Kota Malang, Peni Budi Astuti.
Ia menjelaskan bahwa pekerja rumahan adalah pekerja yang mengerjakan pembuatan produk milik orang/ majikan maupun perusahaan tertentu. Namun pekerjaan itu dilakukan di dalam rumah pekerja rumahan dengan imbalan sesuai dengan jumlah tugas yang terselesaikan. Dan hampir semua upah yang diterima dari pekerja rumahan sangat jauh dari layak.
Kondisi yang terpinggirkan dan belum adanya pengakuan ini membuat pekerja rumahan ini tidak bisa berbuat banyak dalam meningkatkan kesejahteraannya. Mereka kesulitan menuntut kenaikan upah, maupun mendapatkan fasilitas seperti yang diterima buruh pada umumnya.
Namun kedatangan pekerja wanita ke kantor DPRD ini tak langsung ditemui anggota dewan. Karena mereka belum mempersiapkan proposal terkait masalah dan tujuannya mereka mendatangi kantor dewan. Tetapi dewan tetap membuka pintu jika pekerja rumahan ini akan datang lagi.
Di Kota Malang ada sekitar 3000 orang yang berprofesi sebagai pekerja rumahan. Namun dari jumlah itu baru 500 orang yang sudah tergabung dalam HPWRI. Dan pengurus DPC Kota Malang terus melakukan kordinasi agar semua kepentingan dan kebutuhan pekerja rumahan bisa terwadahi di HPWRI.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...