DPRD Sabu Raijua Belajar ke Pemkot Malang

Sebagai salah satu kabupaten baru, Kabupaten Sabu Raijua Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) harus banyak belajar dalam berbagai hal kepada kabupaten/kota lain yang dianggap telah sukses menjalankan pemerintahannya. Baik dalam penataan kota maupun dalam mengambil kebijakan-kebijakan, serta dalam penyusunan peraturan daerah (Perda).

Terkait hal tersebut, Jum’at (10/6), DPRD Kabupaten Sabu Raijua mengadakan kunjungan kerja ke Pemkot Malang. Kabupaten Sabu Raijua merupakan kabupaten baru ke-21 setelah ada pemekaran wilayah di Kabupaten Kupang, NTT pada tahun 2009 lalu. Rombongan anggota DPRD Kabupaten Sabu Raiju ini melibatkan 5 orang dan bertindak sebagai ketua rombongan adalah Ruben Kai Dipa.
Kunjungan kerja anggota DPRD Kabupaten Sabu Raijua ini diterima oleh Staf Ahli Walikota Malang yang membidangi Pemerintahan, Sukirno di Ruang Tumapel Balaikota Malang. Menurut Walikota Malang, Drs. Peni Suparto, M.AP dalam sambutan yang disampaikan oleh Sukirno dikatakan, bahwa aspek penting penyelenggaraan pemerintahan di daerah sebagaimana diamanatkan dalam Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004, menekankan akan sebuah tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Di mana salah satunya terukur dari sebuah pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan yang berprinsipkan transparansi, akuntabilitas, partisipatif, dan demokratis.
Salah satu wujud dari prinsip-prinsip good governance tersebut adalah pemberian pelayanan prima kepada publik. dalam hal ini, Pemerintah Kota Malang mengembangkan satu sistem yang integratif, efektif, dan efisien dalam hal pelayanan publik. Di sektor pelayanan publik, telah diikuti program bulan pengaduan publik, yang menekankan kepada institusi pelayanan publik untuk senantiasa membuka keran lebar-lebar di dalam merespon tuntutan, keluhan, masukan, saran, dan kritik dari publik.
Bagi Pemerintah Kota Malang, isu tentang pelayanan publik telah menjadi komitmen penting, dan telah terwujud dalam keberhasilan meraih citra pelayanan publik. Dalam perspektif untuk memberikan layanan terbaik seperti itu pula, maka Pemerintah Kota Malang, terus berbenah diri menuju satu model layanan prima. Berbagai langkah program menuju ke sana, dilakukan melalui langkah penataan kelembagaan yang memiliki spirit ramping struktur dan kaya fungsi, melaksanakan sistem manajemen ISO, melakukan kegiatan pembekalan budaya kerja, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan teknis, pelaksanaan analisa jabatan hingga penetapan prosedur tetap atas berbagai proses perizinan.
Dalam rangka pelaksanaan PP 54 Tahun 2010, tentang Pengadaan Barang dan Jasa, Pemerintah Kota Malang bersama program SKPD telah berhasil meluluskan 146 PNS dan tertinggi di antara pemerintah daerah di Indonesia, sehingga Pemerintah Kota Malang sudah siap untuk melaksanakan ketentuan PP tersebut. Bahkan saat ini sedang berlangsung pula diklat yang diikuti oleh seluruh pejabat eselon II dan III di lingkungan Pemerintah Kota Malang untuk kegiatan yang sama.
Kesemuanya itu dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Malang untuk kepentingan peningkatan pelayanan publik sebagai perwujudan “good governance” serta pengembangan aparatur yang berbasis kinerja. Semoga hal ini bisa bermanfaat bagi Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua dalam membangun daerahnya ke depan.
Diakhir acara, Ruben Kai Dipa mengatakan bahwa pihaknya sangat kagum dan terkesan dengan sistem pemerintahan yang ada di Kota Malang. “Ini merupakan ilmu pengetahuan yang sangat berharga bagi kami untuk membangun daerah kami ke depannya,” kata Ruben.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...