Kepala Sekolah MI Usul Dinas Pendidikan Islam

MALANG- Sebanyak 21 kepala madrasah ibtidaiyah (MI) dari Kecamatan Kedungkandang ngeluruk ke kantor dewan kota Malang. Mereka mengeluhkan kurang terpenuhinya sarana dan prasarana lembaga pendidikan madrasah swasta ini. Mereka berharap isntitusi mereka juga mendapatkan perlakukan yang adil layaknya yang diterima sekolah dasar (SD) baik swasta maupun negeri. Karena MI yang kini berjumlah 48 madrasah merupakan aset penting bagi pembangunan Kota Malang.
 Ketua Kelompok Kerja Kepala Madrasah (K3M), M. Munir menjelaskan bahwa lembaga madrasah telah memberikan sumbangan besar bagi pertumbuhan pendidikan warga Kota Malang. Banyak prestasi yang dihasilkan madrasah yang telah membawa dan mengahrumkan nama Kota Malang. Misalnya, menjadi juara umum Porseni tingkat MI se-Jawa Timur,dan juara olympiade sains tingkat internasional. "Namun demikian kita masih merasakan perhatian dari pemerintah kota terhadap perkembangan madrasah masih sangat kurang,"ujarMunir. 
Munir juga tak menyangkal jika madrasah telah mendapatkan suntikan dana dari Biaya Operasional Sekolah (BOS). Namun suntikan dana yang diperoleh tersebut hanya mampu untuk menunjang keberlangsungan operasional pendidikan di madrasah. Namun saat ini hampir semua madrasah mengalami keterkendalaan dalam hal sarana dan prasarana. Baik itu jumlah lokal kelas yang belum mencukupi maupun kondisi gedung yang belum mampu memberikan kenyamanan kepada para siswa.
Dengan kondisi ini K3M mengusulkan untuk pembentukan Dinas Pendidikan Islam. Adapun strukturnya nanti berada di bawah walikota yang bertugas sebagai mengayomi, membina, dan memajukan madrasah. tentu saja ini tidak hanya berlaku untuk MI, tetapi juga untuk Raodlotul Athfal, Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah.
Jika hal ini tidak bisa diwujudkan, K3M memberikan solusi alternatif dengan membuat Seksi Bidang Pendidikan Islam pada struktur Diknas Pendidikan. Adapun tugas dari seksi ini asama dengan Dinas Pendidikan Islam yang diusulkan.
Menyikapi kedatangan para kepala MI, DPRD Kota Malang menyambut dan mengajak tamunya melakukan rapat dengar pendapat. Merekapun diterima oleh perwakilan dewan di komisi D, komisi yang membawahi masalah pendidikan. "Kita telah mendengar dan menrima semua usulan para kepala MI ini. Kita akan segera mengkaji usulan tersebut untuk segera ditindaklanjuti,"ujar ketua komisi D DPRD Kota Malang, Christea.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...