Ketua Yayasan Arema Dipecat

Konflik di tubuh yayasan Arema terus berlanjut. Setelah pengurus Arema, Aremania mendesak ketua yayasan Arema Muhammad Nur segera mundur karena dinilai tak bertanggungjawab, kini malah M. Nur diberhentikan sementara dari jabatannya.
M Nur dipecat setelah pihak pengawas dan pengurus manejeman Arema menilai bahwa M. Nur menyalahi UU Nomor 16 tahun 2001 tentang Yayasan. “M. Nur sudah selama 10 bulan tidak pernah aktif dan masuk kantor Arema dan juga tidak bertanggung jawab soal kondisi Arema,” kata Pengawas Yayasan Arema Bambang Winarno, kepada wartawan di kantor Arema, Jl Sultan Agung Kota Malang.

Yang paling fatal kata Bambang, M. Nur sudah membuat kebijakan yang menyalahi aturan yayasan. Yakni mencari dana atau investor untuk membayar gaji pemain tanpa sepengatahuan atau persetujuan dari seluruh pengurus Yayasan Arema lainnya.
Bambang menambahkan, M. Nur telah mencari pihak lain (investor) di luar kesepakatan pengurus Arema, atau Pembina Arema. M Nur sudah membuat keputusan menggandeng pihak lain, di luar Bakrie Group. “Padahal sebelumnya Pembina Yayasan Arema sudah memutuskan bahwa Arema positif dikelola oleh Bakrie group. Karena Bakrie Group yang banyak membantu Arema dalam hal sponsor,” lanjutnya.
Pemecatan sementara M. Nur, oleh pengurus Arema yang dimotori Bambang Winarno selaku Pengawas Arema. Pertemuan itu digelar di Kantor Arema di Jl Sultan Agung No 9 Kota Malang. Hadir dalam pertemuan tersebut pendiri Arema Lucky Acub Zainal alias Sam Ikul, dan Ketua Panpel Arema, Abriadi Muhara, serta Media Officer Arema Sudarmadji.
Bambang membacakan surat pemecatan sementara itu, bahwa berbagai pertimbangan dan hal yang menyalahi aturan UU Yayasan, pengurus Arema menetapkan ketua Yayasan Arema, diberhentikan sementara.”Menimbang, bahwa pelaksanaan kegiatan untuk mencapai tujuan Yayasan Arema, kedudukan dan peranan Ketua Yayasan Arema adalah penting untuk menjalankan aktivitas sehari-hari dari yayasan,” baca Bambang.
“Untuk melaksanakan kegiatan dan mencapai tujuan tersebut, perlu adanya evaluasi kinerja pengurus dan pemberhentian sementara anggota Pengurus Yayasan Arema. Mengingat UU Nomor 16 tahun 2001 tentang Yayasan, pemberhentian sementara orang Yayasan Arema dalam rangka perbaikan kepengurusan Yayasan Arema sesuai UU Nomor 16 Tahun 2001 tersebut,” imbuh Bambang.
Lebih lanjut Bambang menyampaikan, bahwa sesuai pasal 43 ayat 1 UU Nomor 16 tahun 2001, khususnya mengenai kewenangan pengawas untuk memberhentikan sementara anggota pengurus yayasan. “Anggaran Dasar dan Perubahan Anggaran Dasar Yayasan Arema yang tertuang dalam berita acara rapat dewan pengurus (Rapat Pleno) Yayasan Arema berkedudukan di Malang sejak 21 Januari 2003 lalu,” katanya.
“Memutuskan, memberhentikan sementara Ketua Pengurus Yayasan Arema yang bernama DR. H. M. Noer SH. M.Si. Alasan pemberhentian sementara terlampir. Keputusan ini mulai berlaku sejak saat ditetapkan dan apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan akan dibetulkan sebagaimana mestinya. Surat keputusan ini akan diajukan kepada Pembina Yayasan Arema Rendra Kresna. Diberhentikan atau tidak, itu hak Pembina Arema Pak Rendra Krisna,” tegas Bambang.
Pada Senin (13/6) malam, M. Nur bersama Walikota Batu Eddy Rumpoko, sudah mencairkan dana senilai Rp 10 miliar. Dana tersebut dibayarkan untuk gaji seluruh pemain Arema selama 3 bulan. Menurut Eddy, dana senilai Rp 10 miliar itu berasal dari beberapa pengusaha asli Malang yang sudah sukses, mereka kini tinggal di Jakarta dan Kalimantan. “Ini sesuai dengan janji M. Nur bahwa sebelum 16 Juni, gaji pemain akan dibayar,” katanya.
Sementara itu, M. Nur yang dihubungi wartawan, diminta tanggapan soal dirinya yang dipecat dari jabatan Ketua Yayasan Arema, M. Nur hanya heran dan mengaku tak mengerti mengapa dirinya diberhentikan. “Lho kok bisa saya dipecat,” kata M. Nur singkat saat dihubungi via telepon.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...