Komisi D Belum Tahu Perubahan Pagu PPDB

Penambahan pagu atau kuota Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di sekolah negeri yang tidak dikomunikasikan dengan dewan, membuat Komisi D DPRD Kota Malang merasa kecewa. Meski demikian, dengan adanya penambahan tersebut, Komisi D berharap kuota siswa miskin sebesar 20 persen juga harus bertambah.

Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Christea Frisdiantara mengatakan, setiap sekolah harus tetap mematuhi aturan yang berlaku di undang-undang. “Adanya kebijakan apapun, setiap sekolah harus memenuhi kuota siswa miskin sebesar 20 persen sesuai dengan ketentuan undang-undang,” kata Christea saat ditemui di gedung dewan.

Christea menambahkan, jika pagu penerimaan siswa baru ditambah, maka otomatis hal itu juga berlaku untuk siswa miskin. “Bahkan Komisi D berencana akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di beberapa sekolah setelah proses penerimaan siswa baru untuk mengetahui apakah sekolah sudah menaati pemenuhan kuota 20 persen untuk siswa miskin itu,” tandas politisi Demokrat itu.
Sementara itu, berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Kota Malang, pagu awal jalur mandiri PPDB SMA Negeri adalah 776 siswa, dan bertambah menjadi 1.004 siswa. Sedangkan alasan penambahan pagu karena banyaknya minat siswa yang masuk ke SMA Negeri melalui jalur mandiri, dan pelaksanaan PPDB jalur mandiri sudah dimulai hari ini.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...