Mahasiswa UIN Tuntut Klarifikasi

Aksi demo terjadi di depan Kantor Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki).  Puluhan mahasiswa menuduh telah terjadi kecurangan dalam pelaksanaan pemilu raya yang dilakukan di UIN Maliki, beberapa waktu lalu. Karena itu mereka menuntut pihak rektorat melakukan klarifikasi terkait kasus tersebut. Jika tuntutan ini tidak ditanggapi, maka mengancam akan mengadukan kasus ini ke DPRD Provinsi Jatim.

Puluhan mahasiswa menuntut adanya klarifikasi dari pihak rektorat, karena kenyataan di lapangan ada perbedaan antara laporan hasil pemilu raya BEM dan Rektorat. Selain itu, mereka menuntut klarifikasi adanya oknum yang melakukan intimidasi secara personal. Intimidasi tersebut adalah ancaman dikeluarkannya mahasiswa drop out (DO) yang melakukan aksi. 
Mahasiwa berusaha masuk ke kantor rektorat untuk menemui Pembantu Rektor III, Agus Maimun. Namun usahanya dihalangi petugas keamanan universitas (satpam) dengan membuat pagar betis. Akibatnya, terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dan petugas satpam.
Sebulan lalu, aksi serupa sudah pernah terjadi di kampus ini. Saat itu demonstran dari Partai Pencerahan juga terlibat adu fisik dengan petugas keamanan kampus karena memaksa masuk ke dalam ruang rektorat. Mereka menuntut PR III Agus Maimun mundur dari jabatannya karena dinilai telah bertindak tidak professional.
Para demonstran menilai PR III telah membuat kebijakan yang salah dalam masalah Pemilu Raya BEM. Dalam kasus ini PR III melakukan penghitungan suara hasil Pemilu Raya yang digelar pada tanggal 26 April 2011. "Kami telah menuntut pemilu dibatalkan karena adanya pelanggaran aturan oleh salah satu calon. Tetapi pihak PR III malah mengeluarkan kebijakan untuk menghitung surat suara tersebut," tegas In'am, korlap aksi saat itu.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...