PAGU Naik, Dewan Awasi Jatah Untuk Siswa Miskin

Beberapa sekolah di Kota Malang khususnya di tingkat SLTP dan SMA menaikkan pagu dalam penerimaan siswa baru (PSB) tahun ini. Karena itu DPRD Kota Malang harus melakukan pengawasan terkait realisasi jatah 20 persen dari pagu untuk calon siswa dari keluarga tidak mampu/ miskin. Komisi D DPRD Kota Malang akan melakukan pemanggilan terhadap diknas pendidikan dan sekolah bersangkutan.

Ketua komisi D, Christea Frisdiantara, mengatakan pengawasan terkait adanya kenaikan pagu ini perlu dilakukan karena berkaitan dengan amanah dan pelaksanaan undang-undang (UU). "Jika ada sekolah yang kuota 20 persen bagi keluarga miskin tidak tercapai, maka kami akan menegur dan menagihnya,"ujar Christea.
Karena itulah komisi D akan meminta data ke diknas terkait sekolah mana saja yang telah menaikkan pagu PSB. Jika pagu naik, secara otomatis kuota 20 persen bagi siswa dari keluarga miskin juga akan ikut naik. Artinya, jumlah siswa miskin yang bisa diterima di sekolah tersebut akan semakin banyak.
Sebelum ada kenaikan pagu, komisi D juga belum menerima laporan dari diknas pendidikan terkait hasil penerapan kuota 20 persen ini. Jika setelah ada kenaikan pagu ternyata kuota 20 persen tidak naik, maka tentu ada indikasi adanya kecurangan. Namun dewan tidak akan terburu-buru menvonis adanya kecurangan sebelum mendapatkan data yang kuat.
Dan jika sekolah yang kuota 20 persen siswa dari keluarga miskin belum terpenuhi, maka dewan akan langsung menagihnya. Dewan akan langsung meminta sekolah yang bersangkutan untuk segera memenuhi kuota tersebut. "Dan kami akan segera melakukan pemanggilan terhadap diknas pendidikan untuk membahas masalah ini,"pungkas Christea.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...