Pemkot Lindungi Pedagang dari Supermarket

MALANG- Terus menjamurnya minimarket hingga pinggiran kota, membuat posisi pedagang pasar semakin terjepit. Pemkot Malang melalui Dinas Pasar terus berupaya agar eksistensi pedagang tidak jatuh hingga mereka tidak kehilangan pekerjaan. Dinas Pasar juga terus melakukan pemeliharaan pasar agar kondisinya lebih nyaman dan tak kalah dengan minimarket. Hal itu disampaikan oleh Kabid Pemeliharaan Dinas Pasar Kota Malang.

Mahfud Shodiq menjelaskan bahwa tidak mudah untuk memperbaiki kondisi pasar tradisional agar tak kalah dengan minimarket. Karena untuk melakukan pemeliharaan pasar sendiri hanya memiliki anggaran yang sangat minim. Untuk setiap pasar setidaknya hanya mendapatkan jatah Rp 700.000 sebagai biaya pemeliharaan untuk sekali masa anggaran. "Saat ini di Kota Malang memiliki 27 pasar baik pasar berskala besar maupun kecil,"jelas Mahfud.
Kecilnya anggaran yang dimiliki untuk biaya pemeliharaan, maka proses perbaikan harus dilakukan dengan menggunakan skala prioritas. Namun Mahfud tidak bisa menjelaskan lebih lanjut pasar-pasar mana saja yang mendapatkan skala prioritas itu.Kondisi pasar yang sangat membutuhkan bantuan maka itulah yang diberikan bantuan. Seperti pasar yang rusak terkena bencana angin puting beliung. Pasar inilah yang akan mendapatkan skala prioritas mendapatkan bantuan. Seperti yang pernah terjadi pada pasar Bunul, Lesanpuro, dan Comboran.
Selain itu untuk memaksimalakan pemerliharaan pasar juga terbilang sulit. Kesulitan itu justru datang dari para pedagang pasar sendiri. Seperti untuk mengganti/memperbaiki lantai bangunan pasar dengan keramik. Para petugas harus mencari waktu pada malam hari ketika kegiatan para pedagang sudah berahkir. Karena pihak pedagang sendiri tidak ingin waktunya terbuang percuma sehingga mereka tak mendapat pemasukan.
Selain itu, seharusnya usai memperbaiki lantai dengan keramik harus terlebih dulu menunggu waktu hingga lantai kering dan kuat. Namun ketika pedagang memulai aktivitasnya kembali maka pengawasan terhadap lantai yang baru diperbaiki akan menjadi sulit. karena banyaknya pengunjung pasar yang terus berdatangan silih berganti. "Untuk jam-jam awal dibukanya pasar, para pengunjung pasar masih bisa diingatkan jika ada perbaikan. Namun tetap saja masih ada pengunjung pasar yang melanggar sehingga tempat yang baru dierbaiki menjadi rusak,"keluh Mahfud.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...