PIK KRR Di Tiap Kecamatan Berkembang

Usia remaja merupakan masa-masa peralihan dari anak-anak menuju ke usia dewasa, dan pada usia remaja ini sangat rentan dengan berbagai hal-hal negatif yang tentunya tidak diharapkan terjadi oleh setiap orang tua. Pada usia remaja, seorang anak ingin mengaktualisasikan dirinya dan selalu penasaran dengan berbagai hal baru. Jika tidak dikontrol, pada usia remaja ini akan sangat berbahaya dan akan menimbulkan kefatalan yang luar biasa, terutama mengenai seks bebas dan juga narkoba.

Selain faktor orang tua, adanya Pusat Informasi Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK-KRR) bisa dijadikan sebagai solusi untuk mengontrol dan menciptakan calon generasi bangsa yang bermutu dan berkualitas tinggi. Di tiap kecamatan, di Kota Malang, PIK-KRR ini sudah mulai menunjukkan perkembangan yang luar biasa, dan bahkan PIK-KRR “Bantara Kencana Remaja” yang ada di kelurahan Tanjungrejo Kecamatan Sukun sudah mewakili Kota Malang di tingkat nasional.
Melalui PIK-KRR ini, para remaja bisa berkonsultasi tentang berbagai hal, baik mengenai seks, HIV/AIDS, narkoba maupun hal-hal lain yang berhubungan dengan remaja. Hal ini menyikapi adanya faktor enggan atau malu seorang remaja saat akan curhat seputar permasalahan yang dihadapi kepada orang tuanya. Dengan sesama remaja, anak muda tentu lebih terbuka dan jujur mengenai permasalahan yang dihadapi serta diharapkan bisa memperoleh solusi terbaik.
PIK-KRR ini statusnya dibedakan menjadi 3 tingkatan, yaitu Tumbuh, Tegak, dan Tegar. PIK-KRR bisa disebut Tegar jika sudah mempunyai konselor minimal 4 orang, pendidik sebaya minimal 4 orang, kegiatannya sudah bisa diakses melalui telepon maupun online, bisa berkonsultasi dengan tatap muka langsung maupun online serta mempunyai binaan PIK.
Menurut Kepala Sub Bidang Kesehatan Reproduksi BKBPM (Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat) Kota Malang, Wiwik Dwi Setyowati, S.Km di Kota Malang selain PIK-KRR yang ada di Kelurahan Tanjungrejo, PIK-KRR di SMAN 8 kota Malang merupakan salah satu ungggulan. “Mereka mempunyai keunggulan masing-masing. Misalnya di Kelurahan Tanjungrejo yang mempunyai keunggulan di majalah dinding, di bidang penghijauan, peternakan, pertanian, UKM dan juga mendapat dukungan sepenuhnya dari warga masyarakat sekitar,” kata Wiwik, saat ditemui di tempat kerjanya, Rabu (8/6).
Perempuan berjilbab ini menambahkan, untuk di SMAN 8 mempunyai kelebihan di bidang penyusunan profil dan pembuatan majalah seputar PIK-KRR. “Dengan adanya Pik-KRR ini diharapkan para remaja bisa bergabung dan berpartisipasi untuk mensukseskan program-progamnya. Jika sudah bergabung, maka disamping banyak dan menambah teman sesama remaja, juga akan banyak memperoleh pengetahuan yang mungkin selama ini tidak mereka dapat di sekolah,” sambungnya.
Wiwik menambahkan, sebagai salah satu reward kepada ketua PIK-KRR Kelurahan Tanjungrejo, Virjianto Bayu yang telah berhasil memimpin teman-temannya, ia diterima langsung di SMAN 8 Kota Malang. “Virjianto kebetulan masih kelas 3 SMP dan baru lulus, sehingga saat mendaftar di SMAN 8 langsung diterima tanpa tes,” imbuhnya.
“BKBPM juga akan mengadakan pemilihan Duta Remaja KB. Program yang ditujukan untuk kalangan mahasiswa ini rencananya akan digelar pada bulan September 2011 mendatang. Peserta yang terpilih menjadi duta KB ini nantinya akan membantu BKBPM dalam mensosialisasikan berbagai program, misi-misi KB dan seputar remaja,” pungkas Wiwik.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...