Rumah Hanyut Disapu Banjir

MALANG- Hujan deras yang disertai angin kencang di kota Malang, menyebabkan dua rumah di Jl Lahor RT 03/RW 04 longsor karena pondasinya tergerus air sungai Lahor/Bendo. Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu, namun perisiwa itu menyebabkan kepanikan karena terjadi tengah malam.

Dua orang pemilik rumah, Pi'i, 81 tahun dan Isman, 65 tahun sampai Kamis kemarin masih terus memandangi rumahnya yang sudah hancur setelah disapu aliran sungai. ''Sejak Rabu siang, volume sungai terus merangkak naik karena hujan turun sangat deras dan disertai angin kencang. Selain volume sungai naik, alirannya juga semakin deras,'' kata Pi'i.
Sungai itu, kata mereka, merupakan buangan dari kawasan Blimbing. Sistem drainase seolah tiak ada,karena sudah dipastikan setiap hujan deras, air mengalir ke kawasan itu debitnya tinggi. Itulah sebabnya begitu sampai di sungai Bendo, debit air sangat besar dan ini sudah terjadi bertahun-tahun.
Rabu malam, debit air semakin tinggi dan aliran juga semakin deras. Tanpa diduga sebelumnya rumah nomer 24 A dan 24 C itu tiba-tiba pondasinya longsor dan menimbulkan suara yang cuku deras. Pi'i dan keluarganya saat itu sudah tidur. Sedangkan Isman berada di dalam kamar mandi.
Mujiati, 60 istri Isman mengatakan, malam itu ia terbangun dan minta diantar ke kamar mandi kepada suaminya. Usai buang air kecil, giliran Isman masuk ke kamar mandi. Karena suaminya dinilai terlalu lama di dalam kaar mandi, iapun bali. Tetapi begitu tiba di bagian tengah ruangan rumahnya melihat lantainya tiba-tiba retak. Spontan ia berteriak agar suaminya segera keluar. Begitu Isman keluar dari kamar mandi dan lari ke arah istrinya, kamar mandi itu tiba-tiba runtuh. Bagian atas kamar mandi yang dipakai untuk menjemur pakaian itu juga ikut terbawa air.
Sedangkan rumah Pi'i yang tergerus air sungai bagian dapur dan gudang. Saat kejadian ia beserta istri dan dua anaknya, Hendro dan Prasetyo masih tertidur lelap
Kamis pagi , warga bersama petugas SAR Trenggana datang ke TKP. Mereka membantu melakukan evakuasi barang milik korban yang bergeletakan di tepi sungai. Saat itu aliran sungai sudah menyusut sehingga proses evakuasi menjadi mudah.
Selain itu, Kepala Bidang Bencana Pemkot Malang, Sudaryanto juga langsung menengok ke lokasi bencana. Ia memastikan ada bantuan yang bisa diterima kedua korban terkait rusaknya rumah mereka. Namun ia tidak bersedia menyebutkan besarnya nominal yang akan diberikan. "Yang pasti bantuan itu ada dan akan diberikan kepada korban,"ujar Sudaryanto.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...