Semua Mikrolet Akan Diremajakan

MALANG - Wacana untuk meremajakan angkutan umum di Kota Malang hingga saat ini masih belum terselesaikan hingga seratus persen. Sebagaimana diketahui, bahwa bahwa setiap angkutan umum yang usianya lebih dari 20 tahun harus diremajakan, karena Angkutan umum ini dipastikan akan rawan terjadi kerusakan. Jika angkutan umum sering mengalami kerusakan tentunya banyak pihak yang dirugikan, terutama bagi sopir, karena akan mengurangi jumlah penghasilan mereka setiap harinya.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, M. Yusuf, hingga saat ini, dari keseluruhan angkutan umum di Kota Malang sudah 60 persen angkutan yang sudah diremajakan. “Untuk sisanya yang masih 40 persen, kami optimis nantinya akan segera menyusul atau segera diremajakan. Meski sampai saat ini rencana peremajaan angkutan masih menjadi polemik antara Pemkot Malang dan pihak pemilik angkutan,” ujar M. Yusuf.
M. Yusuf menambahkan, bahwa untuk peremajaan angkutan umum ini merupakan suatu kebutuhan bagi pemilik angkutan umum, agar tidak ada pihak-pihak yang dirugikan. “Sehubungan dengan peremajaan angkutan umum ini, pihak Dishub Kota Malang belum bisa mewajibkan kepada semua angkutan umum yang ada untuk diremajakan. Perda tentang peremajaan angkutan ini hingga sekarang belum disahkan,” sambungnya.
“Jika perda tentang peremajaan angkutan umum ini sudah disahkan, maka kami dari pihak Dishub bisa mewajibkan angkutan umum yang belum diremajakan untuk segera diremajakan secepatnya. Kita masih menunggu kapan perda itu disahkan, dan perda itu nantinya akan menjadi landasan kami untuk peremajaan angkutan umum ini,” pungkas mantan Kepala Bagian Humas Pemkot Malang ini

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...