Tak Mampu Bayar SBPP Lapor Dewan

Para orang tua calon siswa SLTP mengadukan mahalnya sumbangan bantuan pengembangan pendidikan (SBPP) dan sumbangan pengembangan pendidikan (SPP) ke DPRD Kota Malang.
Ada 9 orang tua calon siswa yang mendatangi gedung dewan diterima oleh Komisi D DPRD Kota Malang. Salah satunya Uswati Nurmaida, 38 tahun, warga Jalan Werkudoro 17 Kota Malang. Ia mengeluhkan beban uang SBPP hingga Rp 2,5 juta untuk anaknya yang akan melanjutkan ke bangku SLTP.

"Satu anak saya akan sekolah di SLTPN 7 sedangkan yang lain sekolah di SLTPN 9 Malang. Dan sudah 8 tahun saya harus menghidupi ketiga anak saya seorang diri," keluh Uswati Nurmaida yang mengaku sehari-hari sebagai penjual gorengan.
Anggota Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP), Firman Abdillah, yang mendampingi para orang tua calon siswa itu mengatakan tidak sedikit pihak sekolah yang yang melakukan tekanan secara psikologis kepada orang tua calon siswa.
Menurut Firman, ada SLTP Negeri yang menggunakan Peraturan Wali Kota (Perwali) nomor 7 tahun 2010 tentang besaran uang SBPP dan SPP untuk 'menggertak' orang tua calon siswa. Padahal, saat ini Perwali tersebut sudah dicabut penggunaannya. Akibatnya, FMPP menuduh telah terjadi pembohongan publik dimana ada oknum yang memanfaatkan ketidaktahuan dan ketakutan orangtua siswa jika anaknya gagal bersekolah.
Semua keluhan para orangtua calon siswa ini akhirnya didengar anggota Komisi D DPRD Kota Malang. Mereka secara bergantian menyampaikan uneg-uneg dan harapannya ke wakil rakyat. Akhirnya, untuk pengadu yang telah mengantongi surat keterangan tidak mampu diberi surat rekomendasi dewan untuk melanjutkan pendaftaran ke sekolah masing-masing.
"Kami juga akan segera mendesak eksekutif untuk segera dibuat kebijakan yang mengatur untuk tidak menyalahgunakan peraturan. Selain itu jika ada peraturan yang masih berpotensi adanya multi tafsir harus segera direvisi," tegas Anggota Komisi D dari fraksi PKB, Sutiaji.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...