Geliat Sepak Bola di Malang dan Tunas Muda Wujudkan Mimpi Ke Klub Arsenal

Persepakbolaan tanah air yang sedang dalam masa keemasan nampaknya mendapat tanggapan positif. Terlebih bagi mereka yang memiliki impian untuk maju dan masuk ke persepakbolaan nasional. Kini, pemain sepakbola Indonesia usia 14-16 tahun yang berbakat akan difasilitasi oleh Demokrat Bakti Negeri (DBN) melalui program Tunas Garuda untuk menjadi pemain profesional Indonesia di masa depan.

Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum sebagai penggagas program Tunas Garuda mengatakan, bahwa mereka yang terpilih akan memiliki kesempatan untuk berlatih di Arsenal- Inggris selama tiga minggu sekaligus bertanding dengan tim Arsenal junior. “Dengan adanya seleksi Tunas Garuda ini, maka pengalaman bertanding para pemain muda akan bertambah luas,” ujarnya saat pembukaan seleksi Tunas Garuda di Lapangan Gajayana Kota Malang.
Untuk memajukan persepakbolaan nasional, DBN menyadari bahwa ini tidak selalu dibebankan kepada PSSI semata. “Tunas Garuda merupakan salah satu bakti dari program DBN yang diharapkan dapat memberikan sumbangsih terhadap kemajuan sepakbola nasional, melalui pencarian dan pembinaan pemain berbakat usia dini. Pembinaan usia dini adalah salah satu kunci agar ke depannya dunia sepakbola kita tidak dianggap sebelah mata oleh bangsa lain,” imbuhnya.
Lebih lanjut Anas mengatakan, para pemain yang terpilih ke London nantinya akan disalurkan ke Sekolah Sepakbola Indonesia atau klub-klub lokal di Indonesia untuk bisa menjadi pemain profesional di masa yang akan datang. ”Setelah mereka kembali dari Arsenal para duta sepakbola bangsa ini akan kita salurkan ke Sekolah Sepakbola Indonesia (SSI) dan disalurkan kepada klub profesional yang ada di Indonesia,” terangnya.
Pendaftaran Tunas Garuda di Malang dijadwalkan di Stadion Gajayana Malang pada tanggal 24 Juni yang kemudian dilanjutkan dengan seleksi selama 2 hari ke depan. Bagi yang berminat menjadi peserta seleksi harus berusia 14-16 tahun dan pada saat mendaftar harus membawa kartu keluarga (asli dan salinannya), akta kelahiran (asli dan salinannya), rapor SD yang dilegalisir sekolah, surat keterangan sehat dari dokter, surat pernyataan dari orang tua atau wali, dan tidak terikat dengan sekolah sepakbola atau pihak terkait lainnya.
Saat digelar sebelumnya di Bandung, Palembang, Makasar,  dan Jayapura, program Tunas Garuda ini mendapat sambutan dan antusiasme yang sangat tinggi dari masyarakat. Pendaftar di 4 kota tersebut membludak hingga mencapai 2000 peserta. Dari 2000 peserta itu diseleksi menjadi 11 pemain di setiap kota. Dari 11 orang masih akan diambil 4 terbaik untuk diberangkatkan ke Jakarta untuk mengikuti seleksi nasional Tunas Garuda di Jakarta pada tanggal 18 September hingga 1 Oktober 2011 mendatang.
Dari 36 peserta seleksi nasional itu akan disaring lagi menjadi 18 orang yang akan mendapat pelatihan sepakbola secara benar dan intensif serta mendapatkan pengalaman bertanding di Arsenal, London.
Keempat pemain yang beruntung dari 4 kota yang telah dilalui yakni Bandung antara lain Febri Hariadi, Fajar Nurhakim, Solihin Alamin dan Roby Januar. Empat anak yang terpilih dari Palembang yaitu Rangga Pratama, M Eswin Agave, Ichsan Kurniawan, dan Rendi Refsanyami. Sedangkan 4 Tunas Garuda dari Makasar adalah Melkisedek Bleskadit, Muhammad Tegar, Al Gazali dan Michel Aditya Wijaya. Sedangkan dari Jayapura yaitu Mariano Orthis, Yunus Noviandi, Tarens Owang Priska Ruhiri dan Franky Pare Kagoya. Dari Semarang terpilih Rizal Yulian, Imam Fauzi, Lukman Naim, Dani Rahar Janto, dan Andre Putra Wibowo.

Seleksi Tunas Muda Membludak 


 Antusias kalangan muda dari berbagai daerah untuk mengikuti seleksi sepakbola sangat tinggi. Para anak muda merupakan calon pemain sepakbola nasional Indonesia di masa mendatang. Seleksi ini merupakan salah satu regenerasi persepakbolaan Indonesia yang selama ini terus dipacu oleh berbagai pihak.
Ratusan anak dari berbagai daerah pada hari Jumat (24/6), mengikuti seleksi pemain sepak bola “Tunas Garuda” yang digelar di Stadion Gajayana Kota Malang. Ketua Umum Partai Demokrat yang juga penggagas kegiatan ini, Anas Urbaningrum mengatakan, Tunas Garuda merupakan program pembinaan sepak bola sejak dini yang bertujuan untuk membangkitkan dan memajukan sepak bola nasional.
Tunas Garuda diadakan sebagai ajang seleksi untuk anak umur 14-16 tahun yang memiliki hobi dan bakat sepak bola guna mendapatkan pelatihan sepak bola secara terarah dan profesional. “Ini merupakan secuil bakti dari Gerakan Demokrat Bakti Negeri yang diharapkan dapat memberikan sumbangsih terhadap kemajuan sepak bola nasional,” kata Anas.
Pihaknya mengaku, Ide awal dari kegiatan ini bermula dari keinginan besar masyarakat Indonesia terhadap prestasi sepak bola nasional. “Kita bisa lihat saat adanya even Piala AFF beberapa waktu lalu, meski kita tidak juara tapi semangat sepak bola nasional begitu besar, tapi manajemennya tidak bagus, oleh karena itu muncul ide ini,” ujar Anas.
Diharapkan, dengan adanya program ini, bisa memberi sumbangsih kepada prestasi sepak bola nasional. Sementara itu, program yang diluncurkan kali pertama di Stadion Siliwangi, Bandung, beberapa waktu lalu itu, akan menjaring 36 anak terbaik dari 9 kota tempat seleksi, yakni Bandung, Palembang, Makassar, Jayapura, Semarang, Malang, Medan, Balikpapan serta Jakarta.
Mereka akan mendapatkan pelatihan sepak bola secara benar dan intensif, kemudian dipilih 18 peserta terbaik untuk mendapatkan pengalaman bertanding di Arsenal, Inggris. Seleksi akan dilakukan selama dua hari, Jumat (24/6) serta Sabtu (25/6), dan pada hari pertama seleksi akan disaring menjadi 500 anak peserta terbaik.
Pada hari kedua, panitia akan menyaringnya menjadi 11 orang hingga terpilih menjadi empat anak terbaik yang kemudian dibawa ke Jakarta untuk dididik di “Soccer School Indonesia” (SSI). “Target kita adalah 2.000 anak dari wilayah Malang dan sekitarnya, dan empat anak nantinya akan dipilih dan dibawa ke Jakarta untuk bergabung dengan 36 pemain lainnya dari sembilan kota terpilih. Setelah dididik di SSI selama dua minggu, para pemain akan dibawa ke Arsenal, London, Inggris,” pungkas pria asal Blitar ini.

Datang Dari Berbagai Kota


Seleksi bibit sepakbola nasional yang diadakan oleh Demkorat Bakti Negeri (DBN) yang dihelat sejak Jumat (24/6) di stadion Gajayana Malang dibanjiri para pendaftar. Peserta seleksi pemain sepak bola “Tunas Garuda” usia 14-16 di Kota Malang, hingga hari kedua Sabtu (25/6) sangat tinggi. Di hari kedua, pendaftar mencapai hingga 1.600 anak dari berbagai daerah, seperti halnya dari Malang, Kediri, Mojokerto serta Lamongan.
Menurut ketua panitia “Tunas Garuda”, Rizki Kusumah mengatakan, mayoritas peserta berasal dari luar daerah Malang, dan dalam seleksi tersebut peserta diwajibkan menunjukan kemampuan dan penguasaan dalam menggiring bola serta kecepatan larinya. “Dari ribuan peserta, akan kami seleksi menjadi 350 anak di hari kedua, dan kemudian kami seleksi lagi menjadi 4 anak. Setelah itu, akan kami kirim ke Jakarta guna mendapat pelatihan singkat dan akan mendapat kesempatan berlatih di Inggris,” kata Rizki, Sabtu (25/6).
Rizki menambahkah, pengawasan dan penilaian kemampuan peserta dilakukan oleh sejumlah ahli sepak bola dan diketuai oleh mantan pemain nasional Indonesia era 80-an, Rully Nere. “Kita harapkan dari seleksi di Kota Malang ini akan mendapatkan bibit pemain sepakbola nasional yang berkualitas, sehingga nantinya bisa berprestasi di tingkat Internasional,” sambungnya.
Di pihak lain, ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum mengatakan, ide awal kegiatan ini bermula dari keinginan besar masyarakat Indonesia terhadap prestasi sepak bola nasional. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, bahwa program ini kali pertama diluncurkan di Stadion Siliwangi, Bandung, dan rencananya akan menjaring 18 anak terbaik dari 9 kota, yakni Bandung, Palembang, Makassar, Jayapura, Semarang, Malang, Medan, Balikpapan serta Jakarta.
Dari seleksi ini, 18 peserta akan mendapatkan kesempatan berlatih sepakbola secara intensif, dan akan dikirim ke Arsenal –Inggris untuk bertanding dengan tim Arsenal junior. “Peserta yang terpilih dari 9 kota, akan mengikuti seleksi nasional yang digelar di Jakarta pada September mendatang, dan mereka yang terpilih dari seleksi nasional akan dikirim ke Inggris,” pungkas Rizki.

Tim Sepak Bola Porprov Kota Malang Berbenah


Kekalahan 2-0 dalam uji coba melawan tim Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) Kabupaten Kediri, di Lapangan Pagu  menjadi pelajaran berharga bagi tim sepak bola Kota Malang. Agar di pertandingan Porprov yang akan dilakukan 12-14 Juli yang akan datang tidak sampai meraih hasil buruk tim sepak bola Kota Malang terus berbenah.
Selain membenahi masalah penyelesaian akhir yang masih lemah, pekerjaan rumah terbesar Kota Malang adalah disektor pertahanan. Menghadapi lawan yang memiliki kecepatan, lini belakang tim muda Kota Malang ini masih sering dibuat kelabakan.
Pelatih Sepak Bola Porprov Kota Malang, Agus Salim mengaku bersyukur atas kekalahan dalam uji coba di Kediri lalu. Sebab dari kekalahan itu pihaknya semakin tahu apa yang harus dilakukan terhadap pemainnya, agar tidak mengalami kesalahan yang sama di Blitar nanti.
“Di Grup B yang akan bertanding di Stadion Supriadi Kota Blitar, kami akan bersaing dengan Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Jombang dan Kota Blitar sendiri. Saya melihat, semua lawan nanti adalah tim bagus-bagus, karena itu kami harus menyiapkan diri sebaik mungkin,’ kata Agus Salim.
Menurut Salim, sebagai juara bertahan Porprov tentu timnya malu kalau tahun ini sampai tidak bisa mempertahankan. Apalagi kalau sampai kalah dibabak awal, karena itu mumpung masih ada waktu untuk berbenah, maka segala kekurangan tim terus dia perbaiki.
Dengan jadwal Porprov yang sudah sedemikian dekat, Salim mengaku timnya sudah tidak mengagendakan lagi uji coba dengan tim dari luar Malang. Untuk melihat perkembangan tim, Asep Miftah dkk akan lebih banyak beruji coba dengan tim lokal anggota kompetisi Persema.
Pemain Porprov Kota Malang, Kris Bagus Ananta mengakui untuk bisa lolos dari grub B persaingan memang sangat ketat. Namun sebagai pemain dia sudah 100 % siap tempur, jika dia diberi kepercayaan pelatih untuk turun dia akan berusaha tampil tidak mengecewakan.
“ Saya belum tahu siapa tim pertama akan kami hadapi di Blitar nanti, tetapi siapapun lawan yang kami hadapi. Harus kami kalahkan, sebab itu satu-satunya jalan untuk bisa lolos,” ujar Bagus.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...