Ulat Serang Kantor DPRD Kota Malang

MALANG- Setelah sempat menghilang dari peredaran, kini ulat bulu kembali menyerang wilayah Kota Malang. Tak tanggung-tanggung, ulat bulu tersebut langsung mewabah ke pohon dan bunga yang ada di taman Kantor DPRD Kota Malang. Hari itu juga petugas Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) melakukan penyemprotan pestisida untuk menghentikan penyebaran ulat tersebut.

Ulat bulu di DPRD ini diketahui ketika terjadi aksi demo mahasiswa menuntut disyahkannya RUU keperawatan. Saat itu beberapa anggota dewan menemui para demonstran. "Saat itu tanpa sengaja saya melihat ada ulat bulu di pohon depan kantor dewan. Ketika diperiksa ternyata di sudut lain juga ditemukan ulat dalam jumlah banyak," ujar Kabag Umum DPRD, Hermawan Budi. Saat itu juga ia segera menghubungi petugas DKP untuk penanganan lebih lanjut.
Tak lama berselang petugas DKP datang ke lokasi dengan membawa peralatan yang diperlukan. Petugas bagian penghijauan DKP, Budi Suhartono mengatakan bahwa setidaknya terdapat 1000 ekor ulat bulu yang ditemukan di DPRD. Ulat bulu ini persis dengan yang ditemukan di alun-alun jalan Merdeka beberapa waktu lalu. Dengan kondisi ini maka ia segera bergerak dengan menyemprotkan cairan insectisida jenis desis.
Budi Suhartono mengatakan jika keberadaan ulat bulu tidak segera ditangani maka bukan tidak mungkin wabah ini akan merambah ke tempat-tempat lain. Namun ia juga meminta agar masyarakat tidak panik. Karena siklus ulat bulu ini sangat cepat. Artinya ulat ini cepat berubah menjadi kepompong dan kupu. "Jika sarangnya sudah kita semprot, maka ketika sudah berubah menjadi kupu maka sudah tidak akan ada ulat bulu lagi di tempat itu,"jelas Suhartono.
Sekitar sebulan yang lalu populasi ulat bulu sempat ditemukan banyak masyarakat. Saat itu membuat petugas terkait bergerak cepat dalam memberikan bantuan. Bahkan DKP telah menyiapkan call center, 0341-369377 khsus penanggulanan ulat bulu.Langkah ini diambil agar masyarakat menjadi tenang dan tidak kebingungan dalam menangani ulat bulu.
Kepala DKP, Wasto, mengatakan bahwa masyarakat bisa menghubungi nomor tersebut jika menemukan populasi ulat bulu dengan jumlah yang mengkhawatirkan. Nanti pihak DKP akan segera membantu warga dalam memusnahkan populasi ulat bulu tersebut. Namun jika wabah ulat bulu itu ditemukan di area perkebunan dan jumlahnya lebih banyak lagi, maka DKP akan berkordinasi dengan Dinas Pertanian.
"Masyarakat juga bisa secara mandiri memusnahkan populasi ulat bulu. Namun jika harus menebang pohon harus berkordinasi dahulu dengan kita,"ujar Wasto.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...