Wisata Kuliner Malang Diikuti Peserta Dari Mancanegara

Untuk mendorong upaya hotel restoran dan ibu-ibu PKK agar lebih berinovasi dalam penciptaan menu baru yang berbahan dasar lokal, yaitu non beras dengan lauk pauk dari bahan serta bumbu penyedap alami dan minuman dari bahan-bahan toga, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang menggelar Festival Kuliner di MOG (Malang Olympic Garden) Lt. I.

Berbagai daerah berlomba menggali potensi untuk mengembangkan sektor pariwisata, demikian juga dengan Jawa Timur, khususnya Kota Malang memilih kuliner sebagai bagian penting untuk diperhatikan dan dikembangkan disamping wisata alam, pendidikan, sejarah dan sebagainya. disamping dapat menyentuh berbagai lapisan masyarakat, kuliner diharapakan mampu memberi kesan mendalam pada wisatawan.
Festival kuliner ini dibagi dalam 2 kategori, yaitu untuk kategori umum, serta hotel dan restoran. Dari 2 kategori itu tercatat 9 hotel dan 15 stan dari kalangan umum menyemarakkan festival kuliner ini. Sedangkan dewan juri berasal dari unsur Dinkesda, SMKN 3 Kota Malang, PKK Kota Malang, Hotel Tugu dan D3 Unmer Pariwisata. Agar peserta lebih termotivasi, festival kuliner ini dilombakan dan memperebutkan hadian jutaan rupiah.
Untuk kategori umum, festival kuliner ini juga diikuti oleh mahasiswa dari Amerika Serikat, Mexico, Polandia, Belanda, Singapura dan Korea. Para mahasiswa dari luar negeri ini menyuguhkan makanan unggulan negara masing-masing, seperti halnya Korea yang terkenal dengan ginsengnya. Para mahasiswa luar negeri ini tergabung dalam organisasi Aiesec di universitas Brawijaya Malang.
Menurut ketua pelaksana festival kuliner yang juga Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni, gelaran ini untuk mendukung pengusaha kuliner agar bisa lebih berkreasi, berinovasi dalam penciptaan menu-menu baru yang berbahan dasar lokal. “Selain itu juga untuk meningkatkan kunjungan wisatawan melalui kuliner, serta meningkatkan peran hotel dan restoran dalam pengembangan pariwisata dan juga percepatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Walikota Malang, Drs. Bambang Priyo Utomo, B.Sc mengatakan bahwa kuliner ini sangat mempunyai prospek yang tinggi, karena disamping warga masyarakat Kota Malang, kalangan mahasiswa yang menempuh pendidikan sangat banyak. “Sayangnya tidak banyak pengusaha kuliner yang beroperasi hingga diatas pukul 22.00 WIB. Pada jam-jam kalangan mahasiswa sudah mengurangi aktivitas belajarnya dan banyak yang membutuhkan makanan. Oleh sebab itu, para pengusaha kuliner hendaknya bisa memanfaatkan peluang tersebut,” katanya.
Sedangkan Ketua TP PKK Kota Malang, Dra. Hj. Heri Pudji Utami ,M.AP yang juga membuka festival ini berharap agar para pengusaha kuliner di Kota Malang terus berkreasi dan berinovasi untuk menciptakan berbagai menu makanan dan minuman baru. “Dalam membuat menu-menu tersebut, yang terpenting adalah agar bahan-bahan yang digunakan tidak dicampur dengan bahan kimia, agar kita yang mengkonsumsinya tetap sehat,” papar perempuan berjilbab ini.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...