Budaya Untuk Generasi Muda

Parlemen News - Membudayakan sebuah tradisi merupakan kewajiban generasi muda calon penerus bangsa yang harus berkelanjutan dari masa ke masa. Seperti halnya membudayakan tradisi-tradisi mengajarkan mengaji bagi anak-anak, tahlil, membaca diba’,dan sebagainya, yang merupakan ajaran dari kalangan Nadhlatul Ulama’ (NU).
Meski beberapa ajaran itu tidak ada dalam kitab atau sunnah rosul atau suatu kewajiban, akan tetapi tidak ada salahnya jika kita sebagai orang tua (muslim) selalu menganjurkan dan mengajarkan berbagai tradisi yang akan membawa kebaikan kepada putra-putri kita kelak.

Demikian disampaikan oleh Drs.H.Nurudin Huda saat mengadakan buka bersama warga masyarakat sekitar di aula cafe cinemax 3 jalan Mayjen Sungkono 14 Kedungkandang, kota Malang. Menurut pria yang kerab disapa Aba Nurudin ini, hendaknya putra-putri kita jangan hanya dibekali dengan ilmu pengetahuan formal saja.
Walaupun pendidikan formal anak tinggi, terang dia, namun ilmu agamanya minim sekali, maka tidak akan ada keseimbangan dalam hidupnya. “Bahkan dimungkinkan akan sering berperilaku yang tidak mencerminkan budaya orang ketimuran,”ujar pria yang juga mendapat julukan deklator bumi solawat Malang Raya itu.
Politisi dari PDIP itu menambahkan, dengan ilmu agama yang tertanam kuat pada diri anak, maka selain untuk membentuk karakter anak yang Islami dan mencetak anak yang soleh/soleha, juga akan membawa kemaslahatan kepada sesama serta masyarakat.”Oleh sebab itulah, mari kita hidup-hidupkan budaya agama Islam, khususnya yang diajarkan kalangan NU, agar budaya itu tidak musnah,”ajak salah satu anggota DPRD kota Malang itu.
“Kita sebagai orang tua hendaknya tidak henti-hentinya mengajarkan kebaikan kepada putra-putri kita, karena masa depan si anak dan juga masa depan bangsa ini berada di tangan generasi muda. Jika generasi muda kita baik dan mempuni, maka Insya Allah negara ini kelak akan maju dan makmur,”pungkas Nurudin.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...