Dewan Minta Tinjau Fasilitas Persema

Parlemen News - Ketua Komisi A DPRD Kota Malang, Arif Wahyudi, di Malang, mengatakan, semua penggunaan fasilitas (aset) milik pemkot oleh Persema harus ditinjau ulang.
“Apalagi Persema sekarang sudah lepas dari pemkot sejak berkompetisi di ajang Liga Primer Indonesia (LPI). Dan apapun liga yang diikutinya, Persema sekarang sudah berubah menjadi konsorsium,” katanya.
Arif yang politikus berasal dari PKB itu mengemukakan, jika Persema masih menggunakan fasilitas dari Pemkot Malang, harus ada dasarnya, yakni perjanjian kerja sama (PKS) dan mengikuti prosedur yang ditetapkan.

Fasilitas dan aset Pemkot Malang yang masih digunakan Persema adalah mess pemain yang berlokasi di Jalan Majapahit, bus operasional, dan Stadion Gajayana.
Ia mengatakan, selama ini manajemen Persema tidak pernah melaporkan adanya perubahan status tim berjuluk Laskar Ken Arok tersebut, bahkan berbagai fasilitas milik pemkot juga masih digunakan.
Padahal, katanya, sejak berubah menjadi konsorsium, Persema harus mandiri dan melepas seluruh atribut termasuk fasilitas yang masih berstatus milik pemkot.
“Untuk anggaran memang sudah lepas dari APBD, bahkan anggaran yang sudah diplot dalam APBD 2011 sebesar Rp18 miliar sudah tidak digunakan, tapi fasilitas lainnya masih tetap melekat yang seharusnya dikembalikan ke pemkot,” katanya.
Ia mengemukakan, pengembalian anggaran Persema juga harus diikuti dengan pemgembalian semua aset dan fasilitas yang selama ini digunakan oleh Persema.
Jika fasilitas itu masih tetap digunakan, katanya, manajemen harus mengajukan sesuai prosedur dan harus ada perjanjiannya.
Perjanjian tersebut, katanya, juga harus mendapatkan persetujuan dari DPRD setempat.
“Oleh karena itu kami akan segera menyampaikannya kepada pimpinan dewan agar pembahasannya dijadwalkan secara resmi,” katanya.
Persema memutuskan untuk bergabung dengan LPI menjelang laga melawan Arema Indonesia (laga kelima) di ajang Liga Super Indonesia (LSI) 2010-2011, sehingga Persema diganjar sanksi dari PSSI era Nurdin Halid melalui kongres di Bali.
Namun, setelah terpilihnya Ketua PSSI yang baru Djohar Arifin, sanksi yang dijatuhkan kepada Persema langsung dicabut tanpa melalui kongres, bahkan lolos dalam kompetisi level tertinggi (level 1) bersama beberapa klub yang sebelumnya berlaga di ajang LSI.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...