Dewan Soroti Gaji TPP Kota Malang

Parlemen News - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Malang menyoroti gaji para tenaga penyuluh pertanian (TPP) daerah itu yang dibebankan dalam APBD daerah setempat. Anggota Komisi B DPRD Kota Malang Sofyan Edy Jarwoko, Selasa menyatakan, saat ini ada 24 tenaga honorer TPP yang diperbantukan pemerintah pusat di Dinas Pertanian Kota Malang.
"Mereka mendapatkan gaji dari pusat hanya selama delapan bulan, sehingga yang empat bulan ditanggung oleh APBD Pemkot Malang," kata politisi Partai Golkar tersebut.
Dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) APBD 2011 yang diajukan Dinas Pertanian untuk membayar gaji ke-24 TPP tersebut sebesar Rp200 juta.
Menurut Edy, menyusutnya lahan pertanian yang terjadi setiap tahun sebenarnya juga berpengaruh terhadap kinerja TPP, bahkan ada kesan keberadaan mereka di Dinas Pertanian sia-sia.

Karena kondisi tersebut, Edy menyarankan, agar Dinas Pertanian melakukan konsultasi dengan pusat terkait keberadaan TPP di Kota Malang."Akan lebih baik kalau TPP ini dirampingkan jumlahnya dan dialihkan ke daerah lain yang menjadi daerah pertanian," tegasnya.

Senada dengan Edy, Kepala Dinas Pertanian Kota Malang Ninik Suryantini juga mengatakan, keberadaan tenaga penyuluh pertanian di dinasnya terlalu banyak seiring dengan adanya bantuan tenaga honorer dari pusat.

Ia mengemukakan, saat ini dinas memiliki tenaga penyuluh sendiri sebanyak 15 orang dan tambahan dari pusat 24 orang. Padahal, idealnya hanya 25 orang petugas.

"Idealnya setiap kecamatan ada lima penyuluh, sehingga untuk lima kecamatan membutuhkan 25 penyuluh. Dengan adanya tenaga honorer penyuluh yang mencapai 24 orang itu, berarti sekarang ada kelebihan tenaga sebanyak 14 orang," ujarnya.

Gaji TPP yang berijazah SMA sebesar Rp1 juta/orang/bulan, sedangkan yang berijazah sarjana (S1) sebesar Rp2 juta/orang/bulan.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...