DPRD AKan Kaji Anggaran PMK

Parlemen News - Peranan Pemadam Kebakaran (PMK) sangat vital untuk mengatasi musibah kebakaran. Sehingga, agar dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, sarana dan prasarana yang dimiliki PMK harus lengkap dan memadai.
Terjadinya musibah kebakaran tidak bisa diantisipasi datangnya, karena penyebabnya sangat banyak sekali. Bisa karena korsleting listrik, tabung LPG, obat nyamuk bakar, dan lain sebagainya. Seperti halnya yang terjadi akhir-akhir ini di Kota Malang.

Sehubungan dengan hal tersebut, salah satu anggota Komisi B yang membidangi tentang anggaran, Sofyan Eddy Jarwoko mendesak Pemkot Malang agar memperhatikan kelengkapan sarana dan prasarana yang dibutuhkan PMK. “Terkait hal itu, pemerintah selaku pengambil dan pemegang kebijakan harus memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat,” ujar Eddy.
Beberapa waktu yang lalu, PMK Kota Malang sempat mengeluhkan kekurangan sarana mobil pemadam kebakaran, hydrant yang rusak, serta akses jalan yang cenderung sulit untuk menuju lokasi kebakaran. “Hal ini harus mendapat perhatian khusus Pemkot Malang, agar jika terjaadi kebakaran segera teratasi,” imbuh politisi Partai Golkar itu.
Eddy menambahkan, mengenai anggaran untuk pemenuhan kebutuhan PMK itu, dewan akan mengkaji lebih lanjut karena anggaran PMK dalam APBD Pemkot Malang termasuk dalam anggaran DPU. “Pengajuan anggaran baru saat ini baru bisa dilaksanakan pada tahun anggaran 2012 mendatang,” jelasnya.

PMK Butuh Tenaga Lebih
Untuk memaksimalkan kinerja petugas Pemadam Kebakaran (PMK) saat akan memadamkan api di lokasi kebakaran, dibutuhkan petugas khusus sebagai langkah awal untuk meminimalisisasi atau pemadaman awal kebakaran di lokasi terkait. Saat ini ada 46 personil PMK di Kota Malang, sedangkan idealnya sebanyak 70 personil.
Yang dimaksud petugas khusus itu adalah ada satu atau dua petugas yang standby di tiap kecamatan yang akan bertugas sebagai eksekusi awal saat ada pengaduan terjadi kebakaran di suatu tempat tertentu. Petugas itu akan dilengkapi dengan peralatan kebakaran juga.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Malang, Hadi Santoso. Menurut pria yang akrab disapa Soni ini, setelah petugas khusus itu berangkat ke lokasi kebakaran, maka petugas itu akan bisa memprediksi tingkat kebakaran yang terjadi.
Soni menambahkan, dari petugas khusus itu akan menginformasikan kepada rekan petugas PMK lain yang ada di kantor PMK. “Dari informasi itulah, kami akan mengirimkan mobil pemadam kebakaran. Dengan langkah itu, musibah kebakaran bisa diatasi secepat mungkin,” lanjutnya.
Terkait penambahan personil maupun kelengkapan sarana dan prasarana PMK, terang pria berkumis tebal itu, akan dialokasikan tahun 2012 mendatang. “Namun, terlepas dari itu semua, masyarakat sebagai obyek musibah kebakaran harus mengantisipasi dan meminimalisir terjadinya kebakaran,” jelas Soni.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...