Film Tendangan Dari Langit Diserbut

Parlemen News - Pemutaran perdana film Tendangan Dari Langit (TDL) yang dibintangi pemain Persema Irfan Bachdim ternyata sangat diminati penonton. Terbukti dalam pemutaran yang dilangsungkan di bioskop 21 Malang Town Square (Matos) para penonton dari berbagai usia Nampak harus antri panjang untuk bisa mengantongi tiket.
Bukan hanya menyaksikan Irfan, dalam film yang mengambil seting di Gunung Bromo ini penonton juga banyak yang penasaran melihat anggota tim Persema yang lain. Mulai dari pelatih Timo Scheunemann, Fisioterapis Mathias Ibo, Asisten pelatih Carolino Ivakdalam, Kim Jefrey Kurniawan, juga beberapa aktor terkenal lain seperti Sudjiwo Tedjo, Agus Kuncoro, Joshua Suherman, Agus Kuncoro, dan lain sebagainya.

Cerita TDL sendiri dimulai dengan kisah Wahyu 16 tahun, arek dari Desa Langitan yang ada di lereng Gunung Bromo yang punya bakat alam menjadi pemain sepak bola hebat. Sebelum akhirnya bisa bergabung Persema, Wahyu sudah beberapa kali masuk klub Galadesa.
Saat berlatih di Gunung Bromo, kebetulan pelatih Persema Timo Scheuneman yang datang bersama pelatih fisik Mathias Ibo mencium bakat bagus. Saat itulah pelatih berkewarganegaraan Jerman ini tertarik untuk mengajak Wahyu bersama Laskar Ken Arok.
Dan ternyata untuk bisa bergabung tidaklah mudah. Butuh proses dan perjuangan panjang, hingga usaha yang dirintis ini benar-benar bisa menghasilkan.
Penonton film, Daniel mengaku sengaja dia menonton film TDL karena memang suka sepakbola. Kebetulan saat shooting film berlangsung anak yang mengaku sekolah di SMAN 9 Kota Malang ini sempat nonton di Stadion Gajayana.
“Siapa tahu saya masuk dalam film yang diputar ini, kalau ada kan bisa untuk cerita ke anak cucu he he he,” canda Daniel.
Ika penggemar film yang masih kuliah di Unibraw, mengatakan penasaran ingin lihat Irfan Bachdim. Dengan menonton film bersetting olah raga ini dia ingin menghapus kebosanan selama ini film Indonesia banyak yang roman-roman saja.
“Sebelum memutuskan menonton TDL beberapa pekan terakhir saya sudah banyak nonton di Matos. Di antaranya Harry Potter, Transformer dan Kungfu Panda. Itu film bagus-bagus. Semoga TDL juga bagus, setidaknya bisa menyamai film Garuda di Dadaku,” kata Ika.
Sementara itu Nurul mengaku sengaja nonton TDL karena ngefans berat dengan Irfan Bachdim. Karena itu meski harus membayar Rp 20.000 dia bela-belain menonton karena ingin lihat langsung bagaimana akting Irfan di layar lebar.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...