Guru Lapor Uang Intensif Lauk Pauk Molor

Parlemen News - Setiap tiga bulan sekali, setiap PNS dan tenaga pengajar mendapat insentif lauk pauk. Menurut keputusan pemerintah pusat, insentif lauk pauk itu sebesar Rp. 15 ribu setiap hari untuk setiap guru dan PNS. Akan tetapi, peraturan itu tidak diberlakukan secara mutlak di tiap kabupaten/kota. Pemerintah memberikan toleransi besarnya insentif lauk pauk itu berdasarkan kemampuan tiap daerah.
Di Kota Malang, besaran insentif sebesar Rp 5 ribu setiap hari bagi masing-masing PNS maupun guru. Besaran itu tidak dihitung selama 30 hari, akan tetapi hanya dihitung 22 hari. Terkait pembayaran insentif lauk-pauk itu, komisi D DPRD kota Malang mendapat pengaduan bahwa pencairan insentif itu (yang untuk guru) pada semester kedua ini ada keterlambatan.

Hal tersebut disampaikan oleh salah satu anggota Komisi D DPRD Kota Malang Lokh Mahfud, Senin (15/8) di ruang komisi di hadapan wartawan. Insentif tersebut, kata dia, untuk semester kedua ini seharusnya paling lambat sudah cair pada bulan Juli 2011 lalu. “Kami masih belum tahu alasannya kenapa bisa terlambat,” ujarnya.
Lokh menambahkan, berdasarkan data dari guru SD, SMP dan SMA di Kota Malang, sebagian besar guru mengaku belum menerima dan hanya segelintir guru saja yang menerima. Jika melihat pengalaman tahun 2010 lalu, terang Lokh, alasan dinas pendidikan terkait keterlambatan itu karena proses administrasi yang belum kelar.
Karena mendapat pengaduan dari para tenaga pengajar, dengan adanya kejadian ini, pihak komisi mendesak kepada dinas pendidikan kota Malang untuk segera mencairkan uang insentif lauk pauk itu secepatnya. “Meski nilainya relatif kecil, akan tetapi sangat berarti bagi para guru. Sebelum hari raya harus sudah cair, dan jika tidak, kami akan memanggil pihak dinas pendidikan,” imbuh politisi PAN itu.
Sementara itu, Kepala Bagian Keuangan Pemkot Malang, Farida mengatakan bahwasannya dari pihak pemerintah kota tidak ada keterlambatan pencairan, karena pihak dinas pendidikan mengajukannya setiap bulan. “Dinas pendidikan mengajukan, kami memproses dan dalam waktu singkat dana itu segera dicairkan,” katanya.
Farida menambahkan, pihak Pemkot Malang mengeluarkan anggaran sebesar Rp 500 juta setiap bulan untuk membayar insentif lauk pauk itu. ”Sedangkan yang belum dicairkan pada tahun 2010 lalu, maka akan dialokasikan pada PAK tahun 2011,” pungkasnya.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...