Wanita Indonesia Harus Selalu Upgrade

Parlemen News - Keberadaan Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) di Kota Malang nampaknya mendapat perhatian khusus dari Konsulat Jenderal (Konjen) Amerika Serikat (AS) yang ada di Surabaya. Hal ini terbukti dengan hadirnya dan meminta waktu khusus kepada pengurus KPPI untuk mengadakan dialog.
Keinginan Konjen As itu pun bersambut dengan pengurus KPPI dan pada hari ini, Jum’at (19/8) di gelar dialog yang bertajuk perempuan, demokrasi dan korupsi. Dialog tersebut diadakan di jalan Ijen no 73 kota Malang. Pada dialog yang berlangsung selama kurang lebih 3 jam itu Konjen AS, Cristen S. Bauer banyak berdialog tentang korupsi.

Menurut Cristen, tingkat terjadinya korupsi sangat kecil sekali, karena tidak hanya wartawan yang menyoroti kinerja pemerintah, tapi semua elemen masyarakat, seperti halnya LSM, tokoh agama, masyarakat, polisi, dll.”Tidak peduli dari partai apa penguasa yang memimpin negara, jika ada penyimpangan, semua bisa mengkritisi,”ujar Cristen.
Begitu juga dengan hasil kinerja maupun yang berhubungan dengan anggaran, kata dia, semua dipaparkan secara gamblang di media, sehingga masyarakat bisa mengetahui dan juga mengevaluasinya. “Dari hal itulah, maka di AS untuk melakukan korupsi peluangnya sangat kecil,” imbuhnya.
Bagi kaum perempuan, lanjut Cristen, mempunyai hak yang sama dengan laki-laki dalam bidang politik maupun bidang lainnya. “Saat perempuan menjadi pemimpin, ternyata tingkat terjadinya korupsi sama dengan saat seorang laki-laki memimpin. Akan tetapi, sejak Barrac Obama menjadi presiden AS, tingkat korupsi bisa ditekan seminim mungkin,” jelasnya.
Hal tersebut tidak jauh beda dengan yang disampaikan oleh ketua KPPI, Ya’qud Ananda Qudban. Perempuan berjilban itu mengatakan, bahwa AS bisa menjadi tolak ukur untuk kemajuan perempuan di Indonesia, khususnya di kota Malang.”Perempuan jangan memandang sebelah mata dan jangan takut dalam berpolitik,”katanya.
Politik, terang dia, sangat luas cakupannya dan tidak hanya semata-mata bicara tentang kekuasaan maupun uang. “Politik mencakup berbagai bidang, seperti kesehatan, pendidikan, budaya, ekonomi, dll. Dengan diadakannya diskusi seperti ini, maka akan semakin membuka wacana kaum perempuan dalam bidang politik dan demokrasi,” ungkap politisi partai Hanura itu.
“Dalam politik semua akan berproses dan memerlukan waktu yang tidak singkat. Jangan menganggap politik itu sebuah momok yang menakutkan.. Dan dari hasil diskusi ini, dapat ditarik benang merah, bahwa perempuan Indonesia harus selalu upgrading atau selalu belajar guna menambah pengetahuannya,”pungkas Nanda.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...