Dewan Prihatin Lahan Pertanian Terus Merosot

Parlemen News - Gencarnya pembangunan di Kota Malang membawa dampak pada keberadaan lahan pertanian. Dalam beberapa tahun terakhir, luas lahan pertanian  menyusut drastis. Data dari Dinas Pertanian (Dispertan) Kota Malang menyebutkan, pada 2007 silam luas lahan pertanian masih sekitar 1550 hektar. Namun, data terakhir menyebutkan hanya tinggal 1400 hektar saja. Bahkan lahan pertanian di Kecamatan Klojen sudah tidak tersisa lagi. Akibatnya, produktivitas pertanian pun terus menurun.

Untuk menyelamatkan sisa lahan yang masih ada agar tidak hilang, pihak Dispertan mengusulkan penetapan lahan abadi dalam Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK) 2011 – 2031. “Kami sudah mengusulkan untuk melindungi kawasan pertanian yang tersisa agar tidak berubah peruntukkannya. Yakni dengan mengusulkan agar ditetapkan menjadi lahan abadi untuk pertanian,” urai Kepala Dispertan Kota Malang, Niniek Suryantini.
Dikatakannya, di Kecamatan Klojen sudah tidak ada lagi lahan pertanian yang tersisa. Lainnya, masih tersisa di Sukun, Klojen, Lowokwaru, Kedungkandang dan Blimbing. “Kalau di Klojen memang sudah tidak bisa diharapkan lagi. Klojen ini pusat kota dan jadi kawasan industry,” ujar Niniek.
Penyebab menyusutnya lahan pertanian di wilayah Kota Malang ini dikarenakan banyak petani yang menjual sawahnya kepada pihak pengembang. Kemudian digunakan untuk kawasan pertokoan atau perumahan yang kini semakin menjamur.
Untuk melindungi lahan yang tersisa itulah maka diusulkan oleh Dispertan menjadi lahan abadi di RDRTK. Dengan demikian, tidak boleh diubah peruntukkannya. “Penetapan di RDRTK ini menjadi salah satu upaya kami untuk melindungi lahan yang ada,” tandas Niniek.
Terkait produktivitas pertanian, Niniek mengaku belum mengetahui secara pasti. Tapi diyakini total produksi pertanian padi di Kota Malang terus berkurang seiring dengan kurangnya lahan pertanian yang ada.
Dikutip dari website milik Dispertan Kota Malang, produksi padi di Kota Malang menunjukkan penurunan yang cukup tajam. Bila pada 2007 produksi padi sebanyak 14,227 ton, pada 2008 dan 2009 produksi padi hanya sebanyak 7,642 ton.
Secara terpisah, Ketua Komisi A DPRD Kota Malang, Arief Wahyudi mengapresiasi rencana Dispertan untuk mengusulkan penetapan lahan abadi. “Kalau memang ada usulan penetapan lahan abadi. Sekarang memang masih pembahasan RDRTK, kalau nanti disahkan, maka tidak boleh dirubah peruntukkannya hingga 20 tahun kedepan,” tukas Arief.
Dia mengakui sejumlah lahan pertanian di Kota Malang memang keberadaannya terus berkurang. Itu harus dilindungi dan diakui sebagai kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Diharapkan pembangunan Kota Malang tetap memperhatikan aspek lingkungan. “Sekarang pembahasan RDRTK masih di kawasan Klojen yang sudah tidak ada lahan pertanian. Selanjutnya, kami akan memperhatikan di tiap kawasan lain yang masih ada lahannya,” pungkas Arief

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...