Puncak HUT 100 Tahun Kota Malang, Macet Dimana – Mana | Tugu Malang



MALANG - Perayaan puncak satu abad Kota Malang, Jawa Timur, Minggu, 27 April, pagi hingga malam hari, diperkirakan terjadi kemacetan,
terutama di jalan-jalan protokol karena banyak digelar acara dengan melibatkan
puluhan ribu orang.

Acara puncak satu abad Kota Malang tersebut diawali gerak jalan sehat sadar
pajak yang melibatkan ribuan orang, Minggu pagi, dengan rute sepanjang jalan
protokol, kata Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Malang.
Menurut Ir Ade
Herawanto, kegiatan yang
menawarkan berbagai hadiah menarik, seperti dua unit mobil pikap, sepeda motor,
lemari es serta hadiah hiburan lainnya itu, terlihat mulai menyebabkan
terjadinya kemacetan arus lalu lintas.

Warga yang mengikuti jalan sehat itu dipersyaratkan telah melunasi pembayaran
pajak bumi dan bangunan (PBB). Dengan menunjukkan bukti lunas PBB, warga
peminat oleh panitia akan diberikan satu kupon undian.

Kecuali kupon yang
dijatahkan oleh pemkot untuk perangkat pemerintahan, termasuk setiap RT
mendapatkan jatah 12 kupon guna mengikuti jalan sehat tersebut, ujar Ade Herawanto.

Selain jalan sehat sadar pajak, sebagian warga lainnya mengikuti lomba goyang
cesar yang dipusatkan di Bundaran Tugu yang juga menjadi lokasi start dan finis
jalan sehat.

Acara itu ditutup dengan panggung hiburan yang menampilkan Andra The Backbone
dan band Shaggy Dog.

Selain berbagai hiburan yang ditampilkan, pada saat bersamaan warga Kota Malang
juga dimanjakan dengan festival kuliner Malangan satu area dengan Balaikota Malang, tepatnya di
Jalan Gajahmada .

Sekitar pukul 13.00 WIB, jalan-jalan protokol Kota Malang, seperti Jalan
Simpang Balapan, Jalan Ijen dan Jalan Semeru hingga Balai Kota diperkirakan
macet kembali seiring perhelatan Malang Flower Carnival (MFC) yang diikuti oleh
ratusan kelompok, termasuk dari sejumlah daerah sekitar, seperti Jember,
Pasuruan, Tulungagung, Blitar, Kedira, Probolinggo serta Trenggalek.

Menanggapi padatnya arus lalu lintas selama seharian tersebut, Kepala Dinas
Perhubungan (Dishub) Kota Malang Wahyu Setianto mengatakan pihaknya sudah
menerjunkan petugas ke titik-titik rawan kemacetan serta memasang rambu-rambu
pengalihan arus lalu lintas.

"Warga kita arahkan untuk tidak memasuki area rute jalan sehat maupun MFC
di kawasan Jalan Simpang Balapan, Jalan Ijen, Jalan Semeru, Jalan Kahuriban,
dan Bundaran Tugu agar mereka tidak terjebak dalam kemacetan," ujar Wahyu.

Sebagai acara puncak satu abad Kota Malang, pada 2 Mei panitia akan menyediakan
10 panggung hiburan yang berbeda di sepanjang Jalan Basuki rahmad atau biasa disebut lingkungan Kayutangan
hingga Alun-alun Merdeka dan seluruhnya bernuansa tempoe doeloe atau Kota
Malang 100 tahun lalu.


No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...