Festival Malang Tempo Dulu Tidak Akan Digelar Lagi

MALANG – Pelaksanaan Malang Tempo Doeloe (MTD) sudah berlalu, Jumat (2/5/2014). Acara ini menyisakan reaksi tak sedap berbagai kalangan yang intinya acaranya semrawut dan tidak ubahnya gelaran pasar malam.
Munculnya kritikan inilah,  Dwi Cahyono, sang penggagas MTD merespon baik dan menyatakan akan menghentikan gelaran MTD di tahun-tahun mendatang.  ‘’Kalau bikin macet dan tidak bermanfaat, saya berjanji tidak akan membuat acara ini lagi untuk tahun-tahun berikutnya,’’ tutur Dwi Cahyono.


Selama ini, sejak tahun 2004,  MTD digelar di sepanjang Jalan Ijen.  Ketika digelar di Jalan Ijen, pengunjung merasa nyaman dengan menikmati suasana MTD dengan berjalan kaki. Tidak ada kendaraan bermotor mengotori suasana asri MTD. Tahun 2013 MTD di Jalan ijen vakum.
Berbeda saat  MTD  digelar di sepanjang Kayutangan (Jalan Basuki Rahmad).  Pengunjung tidak merasa nyaman. Penjual makanan tidak teratur. Kendaraan bermotor berbaur dengan pejalan kaki yang ingin menikmati MTD. Dampaknya, sejumlah ruas jalan di luar lokasi MTD terjadi penumpukan kendaraan alias macet.
Menanggapi macet dampak MTD  di Kayutangan, Dwi Cahyono mengatakan hal itu diluar perkiraannya.  Panitia sengaja tidak menutup Jalan Basuki Rahmad. “Supaya tidak merepotkan dinas terkait dan masyarakat. Siapa yang menyangka situasinya akan seramai itu,” tutur pemilih RM Inggil ini.
Dwi Cahyono mengkilas balik ihwal menggelar MTD di Kayutangan. Bermula dari panitia seabad Kota Malang memohon agar Dwi cahyono membuat acara peringatan 100 tahun Kota Malang.
Menurutnya, momen seabad  tidak akan terulang lagi sampai 100 tahun mendatang. Di sisi lain, Dwi ingin mengakomodir masyarakat yang ingin memberikan sumbangsih 100 tahun Kota Malang. ‘’Yang perlu diingat, kami menggelar acara ini tanpa APBD,’’ ungkap Dwi Cahyono.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...