Lookh Mahfudz, Berjuang Untuk Poltekom Jadi BLK


Kota Malang identik dengan Kota Pendidikan, salah satu indikasinya adalah banyaknya perguruan tinggi, baik swasta maupun negeri. Bahkan, pemkot Malang juga pernah mendirikan sebuah lembaga pendidikan setara dengan perguruan tinggi yaitu Politeknik Kota Malang (Poltekom). Namun, keberadaan Poltekom saat ini masih terkendala dengan dana yang tidak ada lagi, baik dari APBD maupun APBN.

Adalah H Lookh Mahfudz SS, anggota DPRD Kota Malang yang kini mengurai benang merah dalam kasus Poltekom yang dimiliki pemkot Malang tersebut. Lookh Mahfudz yang juga ketua Partai Amanat Nasional (PAN) KOta Malang ini menjadi ketua panitia khusus (pansus) Poltekom.
Menurut Lookh Mahfudz mengatakan apabila kalangan DPRD Kota Malang meminta agar Politeknik Kota Malang (Poltekom) dijadikan Balai Latihan Kerja (BLK).
Menurut dia, Poltekom secara yuridis tidak memiliki dasar untuk menjadi perguruan tinggi. “Ya, karena status kelembagaannya tidak jelas,” papar Lookh Mahfudz.

Dia menjelaskan bahwa pendirian Poltekom itu awalnya Pemkot Malang lewat Dinas Pendidikan bekerja sama dengan Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) tahun 2009. Kala itu, dana operasionalnya bersifat sharing antara pemerintah pusat dan daerah dengan rincian 70 persen dari APBN dan 30 persen APBD.

Hanya saja, perjanjian kerja sama itu berlaku sampai 2010. Setelah itu, kata dia, pengelolaan Poltekom jalan sendiri dan harus menentukan status kelembagaannya. Dalam perkembangannya hingga memiliki 600 mahasiswa dengan 25 dosen, ternyata tidak bisa.

Sedangkan Dinas Pendidikan Kota Malang tidak memiliki kapasitas untuk mengelola perguruan tinggi. “Sehingga, secara yuridis tidak bisa disuport dana APBD tiap tahun. Makanya, kami wacanakan agar dijadikan BLK saja,” terangnya.

Lantas bagaimana nasib ratusan mahasiswa dan dosennya? Menurut Lookh Mahfuds mereka bisa transfer ke perguruan tinggi lainnya. Dia sebutkan seperti Politeknik Negeri Malang (Polinema)

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...