Pujianto, Jadikan Rumahnya Sebagai Rumah Pengaduan Masyarakat




Bagi H Pujianto SE.M.HUM menjadi anggota DPRD Kota Malang dari Partai Amanat Nasional (PAN) adalah amanah, sehingga tak heran rumahnya yang ada di Jalan Joyo Tambaksari 80 Kecamatan Lowokwaru dijadikan rumah pengaduan masyarakat. Siapa saja yang ingin mengadukan atau melaporkan lingkungan sekitarnya yang berhubungan dengan pembangunan tidak perlu datang ke kantor dewan, cukup dirumahnya sudah teratasi. Sudah banyak pengaduan yang diterima di rumah bapak dua anak ini, salah satunya adalah laporan warga Lowokwaru yang menjadi konstituennya, seperti pengaspalan jalan dan pembangunan gorong-gorong.

Alasan mendirikan rumah pengaduan karena disamping jaraknya yang cukup jauh dari lingkungannya, masyarakat juga sering takut apabila harus berhadapan dengan birokrasi dengan mendatangi kantor DPRD. Masyarakat akan lebih nyaman apabila berdiskusi di rumah pribadinya.
‘’Sudah banyak yang dihasilkan dari rumah pengaduan yang ada di rumah kami. Salah satunya pengaspalan yang diminta masyarakat Lowokwaru sini. Masyarakat mengatakan lebih nyaman apabila berbincang dirumah dibanding harus datang ke kantor dewan,’’ ungkap Pujianto.
Selain mendirikan rumah pengaduan di rumah pribadinya tersebut, mantan pegawai BPR di Kota Probolinggo ini juga getol dalam bidang pendidikan, terutama dalam bidang fisik bangunan sekolah. Karena menurutnya, dengan rehabilitasi gedung sekolah, maka kenyamanan dan kelancaran dalam proses belajar mengajar.
Dari tahun ke tahun dana pembangunan fisik untuk gedung sekolah terus menurun, Namun, Pujianto tetap memperjuangkan agar dana untuk pembangunan fisik terus mendapatkan perhatian dari pemerinta. Secara fisik lebih dari 33 Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kota Malang mendapat bantuan anggaran untuk merehabilitasi gedung. Dana rehabilitas SD itu bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) pemerintah pusat.
Besarnya dana alokasi yang terus mengalami perubahan hingga mencapai Rp. 10,3 miliar. “Dari besarnya dana tersebut, nampaknya mengalami perubahan atau dikurangi menjadi sebesar Rp. 8,3 miliar, kata Pujianto.
Ditambahkan, dengan dikuranginya anggaran rehabilitasi SD itu, Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Malang seharusnya bisa lebih pro aktif lagi untuk memperjuangkan dana tersebut demi kemajuan lembaga pendidikan kita.
Terkait hal tersebut, karena sebagian besar SD yang ada di Kota Malang saat ini masih membutuhkan perbaikan secara fisik. Jika gedung sebuah sekolah sudah bagus, maka akan memberikan kenyamanan dan kelancaran proses belajar mengajar,” pungkas Pujianto.
Tidak lupa,  Pujianto yang sudah sepuluh tahun menjadi anggota DPRD Kota Malang ini mengucapkan terima kasih kepada warga Kota Malang, khususnya warga Kecamatan Lowokwaru, karena sudah mampu bekerja sama selama ini. ''Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat, khususnya Lowokwaru yang sudah bekerjasama demi kemajuan Kota Malang. Dan kami ucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya apabila kami melakukan kesalahan,'' papar Pujianto.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...