Syaiful Rusdi, Dukung Infra Struktur Kota Malang Semakin Baik dan Tertata

Kota Malang semakin hari semakin berkembang, termasuk kepadatan arus lintasnya juga terus meningkat. Sehingga, Kota Malang saat ini terus mengalami kepadatan arus lalu lintas di berbagai area pada jam-jam tertentu. Untuk itu, Syaiful Rusdi, dari Komisi C DPRD Kota Malang terus melakukan upaya mendukung pemerinta Kota Malang dalam melengkapi sarana dan prasana untuk mengimbangi perkembangan tersebut.
Salah satu upaya yang terus dikembangkan adalah soal uji kir yang akan dibangun oleh pemkot Malang. Sebagai anggota dari Komisi C DPRD Kota Malang, Saiful Rusdi mengakui menyarankan membangun tempat uji kir di Arjowinangun sudah dipertimbangkan secara matang. Sebab kalau tempat uji kir dibangun di lokasi bekas Pasar Gadang kedepannya bisa menimbulkan kemacetan lalu lintas.
“Meski memakai sistem komputerisasi, dengan masuknya 120 kendaraan sehari, jelas menimbulkan kemacetan yang luar biasa di jalur ke Gadang,” ujar Saiful.

Dengan pertimbangan itu, karena tempat uji kir merupakan aset Pemkot Malang, ya seharusnya dibangun di tempat representatif di Arjowinangun. Jika dibangun di bekas pasar Gadang maka sebentar saja dibangun maka dikhawatirkan harus segera dipindah lagi karena tempatnya yang kurang pas.
Selain memantau perkembangan sarana dan prasarana tersebut, Syaiful Rusdi juga memberikan masukan kepada pemkot Malang dalam pembangunan jalan lingkar. Syaiful Rusdi mengatakan, jalan sepanjang 800 meter itu akan dilebarkan menjadi 20 meter dari sebelumnya yang hanya 11,5 meter. “Sebelum dilakukan pelebaran jalan, sebanyak 1500 pedagang kaki lima (PKL ) yang ada di sepanjang jalan itu harus direlokasi terlebih dahulu. Pembangunan ini akan dimulai pada tahun 2012 mendatang,” ujar politisi PAN itu.

Syaiful menambahkan, pembangunan jalan itu membutuhkan dana sebesar 3,35 milyar. “Dana tersebut berasal dari APBD Kota Malang dan juga dari Provinsi Jawa Timur, dan proporsinya diperkirakan lebih besar berasal dari provinsi, karena jalan itu nantinya merukan jalan protokol. Untuk detail pembagiannya kami masih belum tahu,” lanjutnya.

Lebih lanjut Syaiful mengatakan, selain untuk menunjang adanya tol jalur lingkar selatan timur, pelebaran jalan ini sesuai dengan aturan pemerintah yang memang mengharuskan lebar jalan 20 meter seperti jalan tol pada umumnya. “Terkait pelebaran jalan itu, Komisi D Provinsi sudah menyurvei jalan yang akan dibangun tersebut beberapa waktu lalu, sehingga proses pelebaran jalan sudah tidak ada masalah,” pungkasnya.

Selain pembangunan jalan dan uji kir, Syaiful Rusdi juga memperjuangkan agar pemerintah Kota Malang agar tidak sembarangan dalam mengeluarkan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB). Karena menurut dia, apabila asal mengeluarkan IMB, maka kejadian rumah longsor yang terjadi di Perumahan Royal Sigura-gura, yang melenyapkan lima rumah, akan terjadi di tempat lain. Dirinya mengingatkan kembali, tentang bangunan yang melanggar sempadan sungai. Tak heran jika IMB bangunan di bibir sungai, kembali diungkit. Termasuk IMB perumahan Royal Sigura-gura.
Komisi C DPRD Kota Malang mendesak Pemkot Malang menelusuri IMB semua jenis bangunan, yang didirikan di sempadan sungai. Bahkan IMB perumahan Royal Sigura-gurah, harus di cek kembali. Sebab bangunan di atas sempadan sungai, sangat membahayakan.
‘’IMB perumahan itu di cek. Apakah sudah sesuai atau belum. Bagaimana dengan sempadan sungai dan unsur teknis lainnya?’’ tegas Wakil Ketua Komisi C, Syaiful Rusdi.
Untuk diketahui, bagian lima rumah di perumahan Royal Sigura-gura yang lenyap karena longsor, berada tak jauh dari Sungai Metro. Selain itu, bangunan berdiri di atas tebing, dengan tanah urugan yang tak sempurna.
Lebih lanjut ia mengingatkan, kepatuhan terhadap sempadan sungai sangat penting. Hal tersebut demi keselamatan pemilik bangunan dan kepentingan masyarakat umum. ‘’Sehingga tidak membahayakan dan tak sebabkan efek lainnya seperti banjir dan lainnya,’’ tegasnya.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...