Bromo Bergejolak, Desa Ngadas Hujan Abu



MALANG NEWS - Gunung Bromo kembali erupsi sejak awal tahun 2016. Semburan asap sejak awal bulan ini meningkat. Meski demikian, status Gunung Bromo masih level II (waspada) sejak 26 Februari 2016.



"Ini sudah erupsi, ketinggian asap hingga 1.000 meter dari puncak dan hujan abu tipis hingga radius 5 kilometer," kata Petugas Pos Pantau Gunung Api Bromo di Cemorolawang, Ahmad Subhan.

Meski aktivitasnya meningkat, status Gunung Bromo masih Waspada dan wisatawan boleh turun ke lautan pasir. Namun, tidak boleh naik ke kawah Bromo atau harus berada di luar radius 1 kilometer dari kawah Bromo.

Akibat dari meningkatnya aktifitas Gunung Bromo yang mengeluarkan debu setinggi itu beberapa desa di sekitarnya terkena imbasnya. Salah satunya Desa Ngadas Kecamatan Poncokusumo yang merupakan desa tertinggi ini terkena hujan abu meski masih tipis. Hujan abu tersebut selain berada di atas genteng rumah warga Suku Tengger ini, abu juga menutupi tanaman sayuran yang merupakan tanaman pokok warga Ngadas.

Subhan menambahkan, pengawasan aktivitas Bromo juga dibantu dua personel selama 24 jam. Mereka juga turut mengamati aktivitas dan memantau seismograf. "Total ada 7 petugas yang mengawasi Bromo sekarang,"  kata Subhan.

Berdasarkan data dari PVMBG, Gunungapi Bromo secara geografis terletak pada 7° 56’ 30” LS dan 112°57’ 00” BT dengan tinggi puncaknya 2.329 meter dari permukaan laut. Secara administrasi termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur. (Baca Juga: Aktivitas Meningkat, Gunung Bromo Erupsi 22 Kali).

Aktivitas vulkanik Gunung Bromo meningkat lagi sehingga statusnya dinaikkan dari level II (Waspada) menjadi level III (Siaga) sejak 4 Desember 2015. Dan pada 26 Februari 2016 tingkat aktivitas Bromo diturunkan menjadi level II (Waspada).

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...