Reklame Rokok Sampoerna Ganggu Pengguna Jalan


MALANGNEWS - Komisi C DPRD Kota Malang mempertanyakan pendirian reklame Sampoerna di sepanjang Jalan Borobudur Kota Malang. Pasalnya, reklame tersebut cukup mengganggu pandangan pengendara dan berada di wilayah Ruang Milik Jalan (rumija).


Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Subur Triono angkat bicara terkait masalah ini. Dia mengatakan pendirian reklame Sampoerna yang menjulang itu telah melanggar peraturan yang ada.

Dia juga menilai bahwa pembangunan tersebut membahayakan pengguna jalan dan melanggar aturan tentang rumija. “Tentang reklame di jalan Borobudur, perlu dievaluasi dan dikaji ulang,” kata Subur.

Apalagi, lanjut politisi muda ini pendiriannnya berada  di ruang rumija dan bisa membahayakan pengguna jalan. Menurut politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu, tidak ada metode ideal ataupun pembenaran terkait pendirian reklame.

Sebabnya, sekarang itu sesuai peraturan yang telah dikeluarkan Kementrian Pekerjaan Umum (PU) iklan reklame dan sejenisnya yang dapat mengganggu keindahan kota tidak diperbolehkan, apalagi mengganggu rumija.

Subur menambahkan, hingga sekarang pihak dari DPRD belum mendapatkan kejelasan terkait perizinan, pajak, dan kerjasama dengan Kota Malang. Menurutnya, dalam aturan rumija harus steril dari bangunan sekitar 3 atau 4 meter.

“Dalam aturannya rumija berjarak 3 atau 4 meter dari bangunan dan jalan,” pungkasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, enam tiang reklame rokok Sampoerna yang dipasang di Jalan Borobudur Malang, dikeluhkan.

Gara-garanya, warna yang dihasilkan dari gambar reklame itu, menyilaukan mata pengguna jalan yang lewat. “Sekarang dengan warna produk yang menyilaukan ini, sangat mengganggu kami sebagai pengguna jalan,” ungkap Bambang, pengguna jalan lewat jalan tersebut.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...