Dosen UMM Mengabdi Di Madura


Termasuk dalam salah satu daerah tertinggal, Kab. Sampang menjadi  tujuan tepat untuk pemerataan dan tempat bagi pendidik untuk mengabdikan diri.

Seperti yang dilakukan oleh enam dosen Universitas Muhammadiyah Malang ini. Melalui program yang didukung DIKTI, keenam pendidik ini turun langsung ke lapangan untuk membantu masyarakat di daerah tertinggal.

Keenam dosen universitas swasta terbaik indonesia itu adalah Ririn Harini M.Kep, Aini Alifatin, M.Kep, Dra. Erna Retno R. MM, Rohman Susanto S.Kep, Bambang Kurniadi SP.

Kali ini, dosen yang tergabung dalam program Iptek Bagi Wilayah (IBW) mendapat tugas untuk membantu mengembangkan Desa Komis yang secara statistik termasuk dalam daerah tertinggal.

Desa yang terletak di Kec. Kedungdung, Kab. Sampang ini merupakan satu diantara beberapa desa tertinggal lain di Kab. Sampang. Bahkan, untuk kesehatan di daerah ini sudah masuk dalam garis merah. Hal ini berarti, kesehatan masyarakat secara umum termasuk dalam kondisi memprihatinkan.

"Hari ini kita mendapat sambutan yang baik, mereka antusias dengan kehadiran kami. Senin depan (08/08) kami akan kembali sosialisasikan program. Diantaranya tentang kesehatan, aquaponic dan warung informasi" tutur Ririn Harini selaku ketua tim IBW kepada malangnews.com.

Program yang akan berkelanjutan ini diharapkan dapat memberi dampak positif kepada masyarakat.  Sehingga label sebagai daerah tertinggal dapat dilepas dan meningkat menjadi desa potensial. (sam)

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...