Malang News

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Error
  • Error loading feed data.
BERANDA BATU batu Pastikan Batos Tak Saingi Pasar Tradisionil

Pastikan Batos Tak Saingi Pasar Tradisionil

User Rating: / 0
PoorBest 
malangnews.com - Dalam tiga tahun terakhir, Kota Wisata Batu sangat menjanjikan bagi investor. Hal inilah mengundang LippoGrup untuk menanamkan modal di kota wisata ini.

‘’Kita ketahui dalam waktu 3-4 tahun terakhir perkembangan sangat pesat, sehingga kita juga tertarik untuk membuka mall di kota wisata ini,” kata Store Manager Matahari Dept Store, Sanny Setiawan di sela peresmiaan Batos di Batu, Rabu (21/12/2011).

Dibukanya Batos ini juga akan memeberikan nilai tambah untuk pemerintah daerah. Khususnya dalam mengatasi masalah peluang pekerjaan. Artinya, dengan adanya Batos akan dapat menciptakan lapangan kerja baru.

Untuk Batos saja tenaga kerja yang diambil hampir 71 persen dari 300 orang pekerja. Setidaknya ada 260 karyawan tamatan SLTA yang dapat ditampung.

“Luas Batos sekitar 4200 m2 didalamnya menyediakan fashion dan kebutuhan lainnya. Kualitasnya tidak kalah atau sama dengan yang ada di Jakarta. Jadi, kepingin berbelanja, warga setempat atau wisatawan tidak usah khawatir akan model maupun harga,” terang Sanny.

Sementara itu, Wali Kota Batu Eddy Rumpoko menyambut gembira telah dibukanya Batos dan hypermart tersebut. Karena dengan adanya mall di Batu, selain membuka  lapangan kerja bagi masyarakat juga menjadi pelengkap kebutuhan wisatawan.

“Selama ini kalau wisatawan datang di Kota Batu hanya menikmati obyek wisata atau menginap di hotel, namun ketika akan belanja harus ke Kota Malang. Nah, ketika sudah ada mall di Batu, wisatawan tidak lagi jauh-jauh kalau ingin belanja kebutuhannya,” katanya.

Soal mall akan menjadi pesaing pasar tradisional di Kota Batu, pria yang lekat dengan panggilan ER ini meyakinkan  hal tersebut tidak usah dikhawatirkan. Karena semua itu sudah mempunyai pangsa pasar sendiri-sendiri. “Kalau awal dibuka mall kemungkinan pembeli di pasar tradisional akan berkurang. Tetapi itu hanya sesaat kalau ini sudah berjalan beberapa hari akan menjadi normal kembali, itu kan hanya fenomena saja,” pungkas dia. [tulisan juned]