malangnews.com- Dua anak buah kapal (ABK) pengangkut imigran gelap asal Timur Tengah hingga yang tengah dirawat di RSUD Kanjuruhan, Kepanjen, Rabu (21/12/2011) sore, secara diam-diam diboyong ke Polda Jatim. Para wartawan terkecoh oleh kerja petugas Polda yang dating menjemput dua imigran, Ronald dan Rivan itu.
Pagi hari tadi, keduanya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit tersebut, Kondisi mereka mulai membaik dan tetap terbaring di Instalasi Rawat Inap (IRNA) Ruang Diponegoro RSUD Kanjuruhan dengan tangan terborgol.
Tanda-tanda dua ABK itu akan dibawa ke Polda sebenarnya sudah terlihat sejak Selasa sore. Polisi bersenjata lengkap dari Polres Malang, mengamankan dua terduga ABK di pintu masuk ruang perawatan. Puluhan wartawan tidak diperbolehkan masuk ruangan dengan alasan terduga imigran gelap tersebut masih dalam keadaan labil.
Kapolres Malang AKBP Rinto Djatmono membenarkan jika dua ABK telah diboyong ke Polda Jatim. Penjemputan dipimpin Kasubdit Resmob Ditreskrim Polda Jatim AKBP Heru didampingi Kanit Tindak Satuan Polisi Air Polda Jatim AKP Agung Subali.
Pengakuan salah seorang keluarga pasien inap di RSUD yang kebetulan berada satu ruang dengan kedua ABK ini, mengatakan dua terduga imigran gelap itu dikeluarkan dengan tangan diborgol. Ronald dikawal tiga orang petugas, demikian juga dengan Rivan. ‘’Prosesnya sangat cepat dan kami tidak boleh ramai saat mereka dikeluarkan dan sudah ada mobil yang menunggunya di luar” cerita keluarga pasien, warga Kepanjen yang tidak mau disebutkan namanya. (tulisan abdullah)

