malangnews.com - Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jatim memberikan apreasiasi prositif terhadap kinerja Gubernur Jatim, Dr Soekarwo, atau yang akrab dipanggil dengan sebutan Pakde Karwo. Apresiasi diberikan karena Pakde Karwo selama masa kepemimpinannya menjelang tiga tahun ini telah mampu mengurangi kemiskinan di Jatim.
Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jatim Hery Prasetyo, di Surabaya, Jumat (3/2) mengatakan, kinerja Gubernur dan Wagub Jatim saat ini sudah bisa dianggap baik dalam mensejahtareakan masyarakat Jatim, khususnya yang ada di daerah.
“Menjelang tiga tahun kinerja Gubernur Jawa Timur Soekarwo, kami memberikan apresiasi yang positif. Sebab, dalam menjalankan tugasnya Pakde Karwo sudah bisa mengurangi angka kemiskinan di Jatim melalui berbagai program – program yang sudah dijalankannya,” ujarnya.
Seperti data BPS, penduduk miskin di Jawa Timur sampai September 2011 tercatat sekitar 5,227 juta orang atau 13,85 persen. Angka ini turun 2,41 persen (128,9 ribu orang) dibandingkan dengan Maret 2011 yang tercatat 5,356 juta orang atau 14,23 persen dari total Jumlah penduduk.
Hery menambahkan, program lain hasil keberhasilan Pakde Karwo dan juga bisa dibuat contoh adalah Pakde mampu membawa Provinsi Jatim menjadi daerah yang paling kondusif (kondisi aman) dibandingkan provinsi lainnya di Indonesia.
“Kalau kita lihat di beberapa daerah lain dimana kerusuhan banyak terjadi mulai dari antar etnis hingga ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah setempat. Namun di Jatim sendiri, kita bisa lihat suasana aman dan kondusif itu sudah menjadi keberhasilan Pakde dalam memimpin Jatim,” katanya.
Hery yang juga politisi dari Partai Demokrat ini mengatakan, masyakat di Jatim ini merasa sangat puas dengan kepemimpinan Pakde sebagai Gubernur di Jawa Timur.
Saat ditanya adanya beberapa politisi partai yang menganggap bahwa APBD untuk rakyat hanya slogan saja Hery menjawabnya, anggapan itu bisa dikategorikan kritikan yang sifatnya membangun. “Terima kasih kritikannya, karena itu merupakan suatu kritik yang membangun untuk meningkatkan kinerja Pakde Karwo dalam menjalankan programnya kedepan,” tuturnya.
Dia menjelaskan, anggapan yang sifatnya membangunya itu sepenuhnya tidak begitu benar. Dari seluruh desa dan kecamatan yang ada Jatim, hanya beberapa daerah saja yang belum tersentuh oleh program Gubernur Jatim. “Contohnya, dari 100 daerah, yang belum tersentuh hanya 20 daerah saja. Ini yang membuat banyak orang menganggap kalau APBD untuk rakyat hanya slogan saja,” paparnya. [hery]