BATU - Ribuan anak-anak mengikuti upacara peringatan Hari Anak di Alun-alun Kota Batu, Kamis (21/7/2011). Selain upacara, anak-anak itu menampilkan tarian kupu-kupu dengan melibatkan sekitar 400 penari anak-anak.
Uniknya, dalam upacara peringatan itu, petugas upacaranya adalah anak-anak sendiri. Mereka terdiri dari siswa SD Se-Kota Batu, TK, dan anak-anak PAUD.
Setelah upacara selesai, dilanjutkan dengan minum 1.000 susu bersama Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko. Ada juga karnaval dokar emas, hasil dari kreativitas anak-anak itu sendiri.
Dengan pakaian kupu-kupu berwarna kuning lengkap dengan sayap kupu-kupu, anak-anak itu menari dan memutari alun-alun bak kupu-kupu sungguhan. Aksi mereka berhasil memukau masyarakat sekitar. Sedangkan peserta upacara memakai baju batik khas Kota Batu. Saat itu, Alun-alun Kota Batu bak taman kupu-kupu.
Dalam sambutannya, Eddy Rumpoko mengatakan anak-anak harus cerdas agar bisa menjadi pemimpin di negeri ini. Ia juga minta, agar anak-anak selalu didampingi orangtua, baik dalam belajar atau bergaul. “Saya yakin, anak-anak yang cerdas akan membawa bangsa ini ke jalan yang lebih baik. Untuk itu dibutuhkan orangtua yang cerdas pula,” ujarnya.
Setelah menikmati seribu susu, anak-anak diajak Eddy naik ferriswell atau bianglala gratis. “Setelah ini, mari kita naik bianglala. Semua gratis,” ujarnya disambut riuh gembira. Dalam sekejap, anak-anak berdesakkan antre naik ke bianglala itu. Selain anak-anak, seluruh pengunjung alun-alun juga bebas naik permainan itu.
Anak-anak sangat senang bisa naik bianglala secara gratis. Febriyanti, siswa SDN 5 Sisir mengaku senang. “Ini kedua kalinya saya naik bianglala,” akunya.
Dalam acara itu, dimanfaatkan masyarakat setempat dengan mengadakan bazar makanan tradisional.
Suharti, pedagang asal Ngaglik, Kota Batu terlihat sangat repot melayani pembeli. “Saya menjual makanan-makanan tradisional dan produk asli khas Batu seperti kerupuk susu, keripik apel, dan banyak lainnya,” katanya.**