Uncategorized

Pengabdian Dosen Universitas Negeri Malang Perkuat Kompetensi Guru Akuntansi melalui Pengembangan Model PjBL

MALANG – Dosen Universitas Negeri Malang menginisiasi program penguatan kompetensi guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran atau MGMP Akuntansi Kabupaten Malang. Program ini diarahkan pada pengembangan model Project Based Learning atau PjBL yang mampu menghasilkan produk pembelajaran khas bidang akuntansi. Program ini diketuai oleh Ibu Eliza Silviana Miftakh, S.Pd., M.Pd, Bapak Andro Agil Nur Rakhmad, S.E.I., M.E. Serta Ibu Hanjar Ikrima Nanda, S.Pd., M.Akun. dengan tim mahasiswa yaitu Nadia Arli Rafifah dan Yasintha Dwi Cahyani.

Program tersebut dilatarbelakangi oleh masih adanya sejumlah kendala dalam penerapan pembelajaran mendalam atau deep learning di Sekolah Menengah Kejuruan. Selama ini, proyek yang diberikan kepada siswa Akuntansi belum sepenuhnya mengarahkan mereka untuk menghasilkan produk yang berkaitan langsung dengan kompetensi keahlian akuntansi.

Dalam pelaksanaannya, hasil proyek siswa masih sering berupa produk umum, seperti makanan dan minuman, yang juga dihasilkan oleh siswa dari jurusan lain. Sementara itu, kontribusi siswa Akuntansi dalam merancang pencatatan keuangan, menghitung biaya produksi, menyusun laporan keuangan, maupun mengembangkan sistem administrasi usaha belum terlihat secara optimal.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan PjBL masih perlu diperkuat agar setiap kegiatan proyek mampu mencerminkan karakteristik dan kompetensi masing-masing jurusan. Siswa Akuntansi seharusnya tidak hanya terlibat dalam kegiatan produksi, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mengelola informasi keuangan dari usaha yang dikembangkan melalui proyek.

Berdasarkan hasil diskusi awal bersama pengurus MGMP Akuntansi Kabupaten Malang, penerapan PjBL di sekolah juga masih menghadapi keterbatasan dalam hal kolaborasi lintas jurusan. Proyek yang dilaksanakan belum dirancang secara terstruktur untuk membagi peran siswa berdasarkan bidang keahliannya.

Akibatnya, produk yang dihasilkan cenderung seragam dan belum menunjukkan kontribusi keilmuan yang spesifik. Padahal, kolaborasi antarkompetensi keahlian dapat menciptakan proses pembelajaran yang menyerupai kegiatan bisnis di dunia nyata.

Dalam skema pembelajaran kolaboratif, siswa dari jurusan lain dapat bertanggung jawab pada proses produksi, pemasaran, desain, maupun administrasi. Adapun siswa Akuntansi dapat mengambil peran utama dalam menyusun anggaran, menentukan harga pokok produksi, mencatat transaksi, mengelola arus kas, serta menyusun laporan keuangan usaha.

Selain persoalan PjBL, pembelajaran digitalisasi akuntansi di sekolah masih didominasi oleh penggunaan aplikasi akuntansi siap pakai, salah satunya Accurate. Penggunaan aplikasi tersebut membantu proses pembelajaran, tetapi siswa lebih banyak ditempatkan sebagai pengguna teknologi.

Siswa belum banyak memperoleh kesempatan untuk menganalisis kebutuhan suatu usaha dan menerjemahkannya ke dalam rancangan sistem pencatatan keuangan yang sederhana, fleksibel, dan sesuai dengan karakteristik bisnis.

Kemampuan tersebut penting dimiliki lulusan SMK Akuntansi agar mereka mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja, terutama pada usaha mikro dan kecil yang belum selalu menggunakan aplikasi akuntansi berbayar atau sistem keuangan yang kompleks.

Keterbatasan tersebut juga berkaitan dengan kompetensi guru dalam mengajarkan digitalisasi akuntansi secara lebih luas. Pembelajaran tidak cukup hanya diarahkan pada penggunaan teknologi yang telah tersedia, tetapi juga perlu membekali siswa agar mampu merancang dan mengembangkan solusi teknologi sederhana.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Universitas Negeri Malang mendorong pemanfaatan Microsoft Excel Macro atau Visual Basic for Applications dalam pembelajaran akuntansi. Teknologi ini dinilai mudah diakses, fleksibel, dan dapat digunakan untuk mengembangkan aplikasi pencatatan keuangan sederhana.

Melalui Excel Macro, siswa tidak hanya belajar memasukkan data transaksi, tetapi juga memahami logika sistem, alur pencatatan, pengendalian data, serta proses penyusunan laporan keuangan. Sistem yang dikembangkan dapat disesuaikan dengan jenis dan karakteristik usaha yang menjadi objek proyek pembelajaran.

Program penguatan kompetensi guru ini diharapkan menghasilkan model PjBL Akuntansi yang dapat diterapkan melalui proyek kolaboratif lintas jurusan. Model tersebut akan membantu guru merancang pembelajaran berbasis produk yang lebih kontekstual, relevan dengan dunia kerja, dan sesuai dengan kompetensi keahlian siswa.

Melalui program ini, guru MGMP Akuntansi Kabupaten Malang diharapkan mampu membimbing siswa menghasilkan produk khas akuntansi, seperti aplikasi pencatatan transaksi, sistem persediaan, perhitungan harga pokok produksi, laporan laba rugi, laporan arus kas, dan dashboard informasi keuangan.

Pengembangan model PjBL Akuntansi tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran mendalam. Siswa tidak hanya memahami konsep akuntansi secara teoritis, tetapi mampu menerapkannya untuk menyelesaikan persoalan nyata dalam kegiatan usaha.

Kolaborasi Universitas Negeri Malang dan MGMP Akuntansi Kabupaten Malang ini menjadi salah satu upaya memperkuat kesiapan guru dalam menghadapi perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja. Dengan pembelajaran yang lebih aplikatif, siswa SMK Akuntansi diharapkan dapat berkembang dari sekadar pengguna aplikasi menjadi perancang solusi pencatatan keuangan yang inovatif dan kontekstual.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button